TRIBUNJUALBELI.COM - Siapa sih yang tak mau minum teh?
Pagi hari sebelum beraktifitas pasti ada yang sering menyeduh teh untuk mengawali hari.
Teh memang merupakan minuman kesehatan serta penumbuh 'mood'.
Selain itu banyak orang yang juga menyebut teh sebagai minuman pelangsing.
Namun ada pula orang yang mengatakan teh sebagai sumber penyakit.
Nah lo, sumber penyakit?
Teh sebagai salah satu minuman favorit cukup banyak menuai kebingungan.
Ternyata ada beberapa mitos seputar teh yang diungkapkan oleh para ahli teh, praktisi, dan tea sommelier.
1. Teh tidak bisa larutkan lemak
Tidak sedikit yang beranggapan teh bisa melarutkan lemak, terutama teh hijau yang kerap jadi obat pelangsing kaum hawa.
Namun, menurut seorang praktisi teh, Bambang Larensolo, teh hanya sebagai penghambat penyerapan lemak.
hal ini dikarenakan zat dalam teh yang berperan menghampat lemak ialah katekin.
Tidak disarankan untuk terlalu banyak meminum teh.
2. Teh dapat menyebabkan batu ginjal
Pada awal tahun 2000 mulai terdengar kabar bahwa minum es teh bisa menyebabkan batu ginjal.
Salah satu zat yang berperan dalam teh ialah oksalat, diduga menyebabkan pengendapan pada ginjal.
Namun itu hanyalah mitos belaka.
Karena penduduk dataran tinggi di China selalu mengkonsumsi teh dan tidak ada yang terkena batu ginjal.
Yang bikin membuat batu ginjal yaitu ketika teh bercampur dengan air kapur.
Hal ini seperti yang ditemui di Gunung Kidul, Yogyakarta.
Disana penduduk banyak yang mempunyai batu ginjal karena air kapur bercampur dengan teh.
Kandungan kapur dalam air jika bertemu oksalat pada teh bisa menimbulkan batu ginjal.
3. Teh bisa mengobati diabetes dan kolesterol
Ini yang belum bisa dipastikan.
Belum ada pernyataan jelas dari hasil-hasil penelitian menurut Ratna Soemantri dan Bambang Larensolo.
Hampir semua jurnal penelitian lokal dan internasional tentang ini sangat beragam hasilnya, saling bantah dan saling evaluasi terkait teh dan diabetes, juga kolesterol.
Namun sebenarnya, diabetes sangat erat dengan konsumsi gula.
Orang Indonesia sangat lazim menggunakan banyak gula dalam konsumsi tehnya.
4. Kepekatan teh membuat maag kambuh
Banyak yang bilang teh yang pekat akan sensitif terhadap penderita maag. Ini dibenarkan oleh keduanya.
Terlebih di Indonesia, terutama Jawa, menyeduh teh hingga berwarna pekat dan terasa pahit sudah merupakan hal yang lumrah.
Padahal yang baik ialah light tea, sepanjang aroma dan warna airnya sudah berubah maka di situlah khasiat zat terbaik dari teh keluar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!