zoom-in lihat foto Ketika Orang Tua Tak Setuju Dengan Pasangan, Apa yang Harus dilakukan? Begini Solusinya
Ilustrasi/Google

TRIBUNJUALBELI.COM - Ketika orang yang Anda sayangi tidak suka dan tidak setuju dengan pasangan yang Anda pilih, tentu rasanya akan sakit sekali.

Apalagi bila orang yang Anda sayangi tersebut adalah keluarga sendiri.

Tina B Tessina yang biasa disebut Dr Romance berkata bahwa ada dua kemungkinan yang bisa menjadi penyebab konflik ini, yaitu keluarga yang negatif atau pasangan Anda yang bermasalah.

Untuk menyelesaikannya, para pakar hubungan menyarankan Anda untuk melakukan tiga hal di bawah ini:

1. Bicarakan dengan orangtua

Pertama, bicarakan dengan orangtua dan cari akar permasalahannya.

Apakah orangtua tidak suka karena pasangan terlihat tidak mampu bertanggung jawab?

Atau karena mereka belum siap untuk melihat anda mandiri?


2. Timbang kembali dinamika hubungan Anda

Tidak ada yang salah dengan memberitahu orangtua bahwa mereka perlu menghargai pilihan hidup Anda.

Namun, perhatikan juga alasan mereka tidak menyetujui hubungan Anda dan dia.

Terutama bila pasangan ternyata menganggu dan membatasi hubungan Anda dengan keluarga, psikolog Nikki Martinez menyarankan Anda untuk berpikir ulang mengenai keputusan Anda untuk menghabiskan hidup dengan si dia.

3. Pegang komitmen Anda

Ingat bahwa ketika Anda memilih si dia, Anda telah berkomitmen untuk selalu bersama dengannya.

2 dari 4 halaman

Untuk itu, ketika orangtua mengancam akan memutus hubungan dengan Anda, psikolog Marie Hartwell-Walker berkata bahwa Anda harus tetap bertanggung jawab pada pasangan.


“Orangtua biasanya tidak akan mau kehilangan Anda dan sebaliknya. Namun, bila hal tersebut memang terjadi, semoga mereka dapat mengerti setelah melihat betapa kuatnya komitmen Anda pada pasangan,” katanya.

(Kompas.com/Shierine Wangsa Wibawa)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, dengan judul Orangtua Tidak Setuju dengan Pasangan Anda? Ini Solusinya

Sebelum Terlambat, Ini 7 Tipe Pria yang Harus Ditinggalkan. Cewek Jangan Takut Patah Hati Lho!

Umumnya perempuan mendambakan seorang pendamping hidup yang bisa ia andalkan.

Dalam segala suasana, yang mengerti dirinya, yang bisa diajak bertukar pikiran, penuh kasih, setia, mendengarkan, dan masih banyak persyaratan yang diingini oleh para wanita.

Ketika menyadari bahwa kriteria pria sempurna itu tak ada, sementara ia mendambakan seorang pria di sisi, alhasil, pria yang ada pun tak masalah.

Hati-hati, nanti Anda menyesal.

Memilih pasangan yang Anda inginkan untuk menjadi pendamping hidup memang sangat diperlukan.


Ada beberapa kriteria yang wajib dihindari saat bertemu dengan 7 tipe pria berikut:

1. Yang menyakiti Anda dan tak pernah benar-benar minta maaf

Hanya karena ia pernah mengatakan ingin menikahi Anda dan mendamba memiliki anak bersama Anda, bukan berarti ia merasa bersalah atas kesalahan-kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu kepada Anda.

3 dari 4 halaman

Entah itu dengan membohongi Anda, entah itu berselingkuh dari Anda, entah itu memukul Anda.

Apa pun kesalahannya yang sebenarnya tak bisa lagi ditolerir, tetapi ia tak pernah benar-benar meminta maaf kepada Anda.

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tak ada manusia yang sempurna, kan?

Namun, akan lebih nyaman jika dalam berpasangan, kedua pihak bisa mawas diri dan tidak egois untuk mau meminta maaf kepada pasangannya.

Menyimpan dendam di dalam kehidupan bersama pasangan tidakkah akan menyakitkan dan mengeruk kenyamanan yang Anda dan dia miliki?

2. Hobi selingkuh

Ada yang bilang, sekali berselingkuh, ia akan selingkuh lagi.


Memang, hal seperti ini tak selalu benar.

Misalkan, ketika ia pernah berselingkuh dari Anda (mungkin berkali-kali), tetapi demi anak-anak, Anda mempertahankan pernikahan.

Sementara perasaan ketidakpercaryaan Anda padanya masih tetap ada, hm, apa Anda merasa nyaman menjalani pernikahan semacam itu?

4 dari 4 halaman

3. Orang yang selalu ingin diutamakan

Bagian terbesar (dan mungkin tersulit) dari menjalin hubungan dan pernikahan adalah kesediaan untuk menaruh diri di tempat kedua dan mendahulukan kepentingan si dia.

Namun, pria yang merasa harus selalu didahulukan kepentingannya setiap saat, setiap waktu, setiap kesempatan tanpa mau memikirkan kepentingan Anda, sebaiknya dikesampingkan saja.

Sebuah hubungan suami-istri kan terdiri dari dua pihak, tak mungkin kan Anda terus yang menjadi babysitter-nya.

4. Penipu kelas kakap

Saat ini, penipuan sangat marak terjadi di mana-mana.

Belum lagi tipe-tipe penjahat kerah putih yang sudah ada di mana-mana.


Jika Anda melihat atau mendengar gelagat bahwa si dia adalah tipe penipu, sebaiknya pikirkan lagi hubungan Anda.

Ia bisa saja meyakinkan Anda bahwa ia tidak akan pernah menipu Anda, tetapi, pikirkan betapa was-wasnya hidup Anda dihantui rasa takut akan ketahuan dan si dia terancam dipenjara akibat penipuannya.

5. Workaholic berat

Pria yang ambisius dan berdedikasi dengan pekerjaannya memang sangat mengagumkan.

etapi bekerja setiap hari, bahkan kadang waktu untuk Anda hanya terselip di waktu makan siang saja bisa menjadi hal yang merepotkan.

Mungkin hal ini masih bisa dimaklumi di awal-awal masa ia mendirikan perusahaannya sendiri, karena hanya itu cara untuk maju.

Tetapi, jika ia lebih mencintai pekerjaan dan teman-temannya ketimbang bersama Anda, kelihatannya ia akan lebih setia kepada pekerjaannya ketimbang kepada Anda.

Tak enak, kan, memiliki status bahwa Anda pasangan seseorang tetapi ia tak pernah ada untuk bersama Anda.

6. Super pemalas

Anda bisa saja mendamba menjadi seorang wanita karier dan memiliki suami yang mengurus rumah.


Namun, hal ini akan butuh kesepakatan bersama.

Tentu suatu saat akan jengah ketika Anda baru saja pulang dari hari yang melelahkan, tetapi Anda menemukan suami bermalas-malasan di rumah.

Lalu si dia membiarkan rumah dalam keadaan berantakan, bau, dan tak beraturan.

7. Tak bisa diandalkan

Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Anda bisa saja membayangkan segalanya akan berjalan dengan lancar dan aman.

Karena itu ada kata-kata dalam perjanjian pernikahan bahwa Anda akan menjaga si dia dengan sungguh-sungguh dalam segala keadaan.

Namun, jika di masa pacaran saja, ketika ada masalah di antara Anda, atau ada masalah dengan keluarga atau lainnya, tiba-tiba si dia menghilang, tak bisa dimintai pertolongan, atau malah jadi rentan, akan jadi repot.


Bagaimana jika Anda berada dalam suatu keadaan yang genting dan butuh pertolongan, lalu tiba-tiba ia tidak bisa membantu?

Sekali lagi, memang, tak ada manusia yang sempurna.

Tetapi akan menyenangkan jika kita memiliki pasangan yang mau terus belajar dan berkembang bersama.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Selanjutnya