TRIBUNJUALBELI.COM - Sudah menjadi tradisi majalah ekonomi terkemuka dunia, Forbes, untuk merilis daftar orang terkaya di berbagai penjuru dunia menjelang akhir tahun.
Daftar 50 Orang terkaya Indonesia 2017 versi Forbes pun telah diumumkan melalui laman resminya.
Orang terkaya nomor satu di Indonesia masih diduduki oleh Hartono bersaudara.
Pemilik Djarum Grup ini masih berada di posisi teratas selama sembilan tahun berturut-turut.
Kekayaan Budi dan Michael Hartono mencapai US$ 32,3 miliar atau Rp 437,26 triliun.
Di posisi kedua, diduduki oleh Eka Tjipta Widjaja.
Seorang pembisnis di bidang kelapa sawit.
Ia juga seorang pemilik Sinar Mas Group.
Pada 2017 ini, totoal harta kekayaannya mencapai US$ 9,1 miliar atau Rp 123,19 triliun.
Sebelumnya pada 2016, Eka Tjipta Widjaja hanya masuk pada peringkat ke empat orang terkaya di Indonesia.
Kini di 2017, Ia menduduki sebagai pria terkaya nomor dua di Indonesia.
Eka Tjipta Widjaja menjadi kaya karena bisnis kepala sawit yang dirintisnya.
Tak hanya, Sinar Mas Group milik Eka Tjipta Widjaja juga menjadi perusahaan besar yang berkembang dengan memiliki banyak lini bisnis.
Perusahaan tersebut juag membangun anak usaha di berbagai bidang seperi perbankan, properti, produsen kertas hingga manufaktur.
Tak heran jika kini Eka Tjipta Widjaja didaulat sebagi orang terkaya nomor 2 di Indonesia.
Namun ada beberapa hal yang tak pernah orang sangka dari sosok Eka Tjipta Widjaja.
Lahir di China pada 1923, Eka bernama asli Oei Ek Tjhong.
Pada usia 9 tahun, Ia pindah ke Indonesia, tepatnya di kota Makassar.
Ia merupakan sosok yang meniti karir dari awal.
Bisnis yang Ia miliki bukan dari keluarganya.
Yang mencengangkan, sosok Eka merupakan pria yang hanya lulusan sekolah dasar.
Merangkum beberapa sumber, Eka tak sempat mengenyam bangku sekolah tinggi.
Ia terlahir dari keluarga kurang mampu.
Bahkan kabarnya, saat pindah ke Indonesia, keluarganya harus meminjam uang ke rentenir dengan bungan pinjaman yang cukup besar.
Namun saat menginjak remaja, jiwa bisnisnya mulai tumbuh.
Pada umur 15 tahun, Eka mulai menjajakkan gula dan biskuit yang Ia beli secara grosir.
Dengan segala perjuangan, Eka mulai memberanikan diri menjadi seorang wirausahawan pada 1980.
Ia memulai bisnis di bidang kelapa sawit dengan membeli kebun kelapa sawit dan beberapa mesin pengolahnya.
Bisnisnya terus berkembang dan mulai merambah usaha di bidang lain.
Kini Sinar Mas Group semakin berkembang dengan berbagai sektor bisnis.
Tak hanya di Indonesia, Sinarmas Land juga berkambang di beberapa negara.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!