zoom-in lihat foto Wajib Tahu, Ini Dia 5 Mitos Tentang Kanker Prostat yang Sudah Tak Perlu Para Pria Percaya Lagi, No. 5 Paling Salah
Ilustrasi | Netral English

TRIBUNJUALBELI.COM - Bagi para pria, kanker prostat adalah salah satu momok menakutkan yang perlu diwaspadai.

Sayang, para pria kerap tidak sadar dengan gejalanya, sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diobati.

Banyak mitos kanker prostat yang beredar di masyarakat seringkali menyesatkan hingga terkadang para pria tidak menyadari gejala dari penyakit ini.

Bila semakin memercayai mitos-mitos yang belum terbukti secara ilmiah, maka semakin sulit pula menemukan fakta yang sebenarnya.

Hal ini justru malah memperkecil peluang kesembuhan dari penyakit ini.

Nah, dari beberapa mitos yang beredar, diantaranya sudah ada yang dibantah oleh dunia medis.

Simak penjelasan berikut ini :

1. Kanker prostat hanya dialami pria usia lanjut

Memang sih salah satu faktor yang menyebabkan kanker prostat adalah usia yang sudah tua.

Akan tetapi, para pria dengan usia di bawah 40 tahun bisa jadi terserang kanker prostat.


2 dari 4 halaman

Hal ini bisa meningkat karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kebiasaan begadang, jarang olahraga, dan berat badan berlebih akibat pola makan yang buruk.

Oleh karena itu, para pria harus selalu mewaspadai dan mendeteksi gejala kanker prostat sejak dini.

2. Sering ejakulasi memicu kanker prostat

Pria yang sering ejakulasi justru berisiko lebih rendah untuk mengalami kanker prostat.

Dilansir dari laman Hellosehat, penelitian yang dilakukan oleh Harvard’s Health Professionals menunjukkan bahwa pria yang berejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan berisiko 33 persen lebih rendah terhadap kanker prostat daripada pria yang hanya ejakulasi empat sampai tujuh kali dalam sebulan.

Prostat adalah organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi air mani.

Semakin jarang seorang pria berejakulasi, maka semakin banyak zat karsinogen yang menumpuk dalam sperma dan/atau air mani.

3. Jarang bercinta tingkatkan risiko kanker prostat

Bercinta secara teratur justru dapat menghindari terjadinya kanker prostat.

Dilansir dari Daily Mail, aktivitas seksual memiliki efek perlindungan terhadap kanker prostat.

3 dari 4 halaman

Prostat berfungsi untuk menyusun 30 persen dari cairan mani atau sperma dan mengeluarkan cairan mani.

Bila seorang pria sering melakukan hubungan seksual, artinya banyak air mani yang keluar.


Keluarnya air mani bisa menjadi salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan prostat dari zat-zat yang tidak diperlukan dan mungkin menyebabkan penyakit dalam jangka panjang.

4. Pria yang sudah menjalani vasektomi berisiko tinggi kena kanker prostat

Mitos inilah yang menyebabkan sebagian besar pria masih ragu untuk melakukan vasektomi.

Ditakutkan, metode kontrasepsi permanen ini menyebabkan pria lebih berisiko terkena kanker prostat.

Dilansir dari laman Hellosehat, mitos ini berawal dari penelitian yang menyatakan bahwa vasektomi meningkatkan risiko tumor prostat sebesar 10 persen dan 20 persen risiko kanker prostat yang fatal.

Namun, setelah diteliti lebih lanjut oleh berbagai penelitian yang lebih baru, risiko ini tidak terbukti.

Salah satunya adalah penelitian asal University of Toronto yang melibatkan hampir 2.000 pria yang menjalani vasektomi.

Hasilnya hanya ditemukan 50 pria yang meninggal karena kanker prostat.

4 dari 4 halaman

Artinya, vasektomi tidak terbukti meningkatkan risiko seorang pria terhadap kanker prostat.


5. Kanker prostat tidak dapat dicegah atau disembuhkan

Mitos ini adalah yang paling salah dan malah memperparah keadaan.

Pada kenyataannya, kanker dikatakan sebagai penyakit gaya hidup.

Mencegah kanker prostat dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjauhkan diri dari faktor risiko.

Sangat disarankan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan daging merah.

Selain itu, seringlah mengonsumsi tomat dan kacang kedelai serta rajin berolahraga untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. (*)

Selanjutnya