TRIBUNJUALBELI.COM - Penyakit kelamin atau lebih dikenal dengan penyakit menular seksual adalah infeksi yang menyebar lewat hubungan seksual yang tidak aman.
Pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang juga berisiko menularkan infeksi.
Salah satu ciri penyakit ini adalah sensasi perih di area kelamin dan nyeri saat buang air kecil.
Namun, siapa sangka penyakit kelamin ternyata bisa juga menyebar ke bagian tubuh yang lain lho.
Salah satunya bahkan bisa menyerang bagian mata.
Kok bisa sih?
Dilansir dari laman Hellosehat.com, infeksi mata akibat penyakit kelamin ternyata bisa terjadi saat cairan vagina atau air mani dari pasangan yang terinfeksi masuk ke dalam mata pasangan yang lainnya.
Hal ini mungkin saja terjadi ketika pasangan pria ejakulasi di luar atau saat melakukan seks oral.
Infeksi penyakit kelamin pada mata bisa juga terjadi ketika kamu menyentuh mata dengan jari yang terkontaminasi cairan vagina/air mani atau setelah menyentuh area genital yang terinfeksi, tanpa cuci tangan dulu setelahnya.
Nah, beberapa penyakit kelamin yang umum menyerang mata adalah klamidia, gonore, dan herpes simplex.
Lalu seperti apa sih ciri penyakit kelamin pada mata?
Penyakit ini pada umumnya ditandai dengan mata merah, bengkak, dan terasa nyeri.
Selain itu, kamu mungkin juga merasa gatal dan mengalami sensasi mata berpasir yang bikin tidak nyaman.
Mata yang terinfeksi bisa juga menjadi belekan ketika bangun tidur atau mengeluarkan cairan berwarna kuning, hijau, atau bahkan berdarah.
Paling parah adalah infeksi ini juga bisa menyebabkan penglihatanmu kabur atau amat sensitif terhadap cahaya terang, bahkan bisa menyebabkan kebutaan jika tidak diobati dengan cepat.
Penyakit mata yang diakibatkan oleh infeksi virus ini disebut dengan konjungtivitis.
Bila kamu terserang penyakit ini, perlu perawatan sedini mungkin untuk menghindari penularan ke orang lain.
Pengobatan untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri bisa dilakukan dengan obat tetes mata atau salep antibiotik yang telah diresepkan oleh dokter.
Kamu juga bisa mengurangi bengkak pada mata dengan kompres hangat.
Mata merah karena bakteri biasanya jadi lebih baik dalam 48 jam setelah pengobatan dan biasanya hilang dalam seminggu.
Jika penyebabnya adalah virus, obat tetes mata atau salep antibiotik tidak akan mempan mengobatinya.
Oleh karena itu, dokter akan meresepkan tetes mata yang berfungsi meningkatkan kelembapan mata digabung dengan kompres hangat untuk mengurangi bengkak.
Mata merah karena virus biasanya hilang dalam 1 minggu, tapi bisa lebih lama.
Meski infeksi mata akibat penyakit kelamin jarang terjadi, tapi tetap lebih baik mencegah daripada mengobati.
Pencegahan yang tepat adalah dengan menjaga kebersihan dan selalu cuci tangan dengan benar.
Selain itu hindari langsung menyentuh atau mengucek mata setelah berhubungan seksual.
Jika kamu memiliki salah satu gejala yang telah disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. (*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!