zoom-in lihat foto Berbeda dengan Jaman Sekarang, Ternyata Lipstick Punya Arti Khusus Saat Perang Dunia 1 dan 2!
Lipstick

TRIBUNJUALBELI.COM - Pada Perang Dunia 1, dorongan suffragette(organisasi wanita) di awal 1900-an mengubah lipstik menjadi simbol emansipasi wanita.

Para pemimpin gerakan feminisme awal ini, seperti Elizabeth Cady Stanton dan Charlotte Perkins Gilman, mengajak wanita untuk menggunakan lipstik merah dalam protes mereka di tahun 1912 sebagai simbol perlawanan terhadap otoritas pria.

Perubahan sikap masyarakat terhadap kosmetik pun mendorong berbagai perkembangan lipstik, seperti penemuan carmine sintetis yang tidak berbau busuk dalam hitungan jam.

Baca : Deretan Make Up yang Membuatmu Semakin Hits!

Lalu, rumah parfum asal Perancis, Guerlain, juga meluncurkan lipstik yang benar-benar berbentuk stik untuk para pelanggan kelas atasnya.

Pada tahun 1920-an, penemuan Guerlain ini kemudian disempurnakan oleh Maurice Levy, seorang warga Amerika Serikat yang meluncurkan lipstik dalam tempat berbentuk tabung dari metal, dan James Bruce Mason Jr yang menambahkan fungsi putar pada tempat lipstik.

Sebagai bagian dari kosmetik, lipstik diproduksi secara massal dan menjadi bagian dari industri terbesar keempat di AS, setelah mobil, film, dan alkohol.

Dalam buku mereka yang berjudul Read My Lips: A Cultural History of Lipstick, Meg Cohen Ragaz dan Karen Kozlowski memperkirakan bahwa sekitar 50 juta wanita AS pada masa tersebut menggunakan lipstik dalam kesehariannya.

Namun, wanita generasi ini sangat berbeda dari generasi sebelumnya.

Dikenal dengan nama flapper, wanita muda pada era 1920-an berusaha untuk melawan tradisi dengan memakai rok pendek, memotong rambut menjadi sebahu, menyetir, bersosialisasi dengan bebas, dan memakai kosmetik yang berlebih.

2 dari 3 halaman

Sebuah istilah baru, perbedaan generasi, juga diciptakan pada tahun 1925 untuk menunjukkan perbedaan di antara ibu dan putrinya dalam hal pemakaian lipstik. Beberapa ide baru juga dipatenkan di era ini.


Inovasi-inovasi dari era 1920-an yang masih bertahan hingga sekarang termasuk lip gloss, lipstik yang tahan air, lipstik yang bisa berubah warna, dan lipstik yang memiliki rasa.

Pada era 1930-an atau era depresi, konsumsi masyarakat AS terhadap kosmetik dan lipstik tetap tinggi walaupun ekonomi yang lemah melumpuhkan begitu banyak industri.

Majalah Vogue bahkan sempat menulis bahwa lipstik merupakan produk terpenting di abad ke-20.

Sebuah survei di masa ini juga menunjukkan bahwa 58 persen wanita AS memiliki setidaknya satu lipstik, hanya 1 persen lebih sedikit bila dibandingkan dengan proporsi wanita yang memiliki sekaleng mustard di rumah.

Wanita juga ditemukan lebih sering memakai lipstik daripada menggosok gigi.

Popularitas tersebut membuat kosmetik menjadi perhatian utama Departemen Makan dan Obat-obatan (FDA).

Badan tersebut kemudian menetapkan beberapa regulasi yang melarang bahan-bahan berbahaya di dalam kosmetik.

Peran lipstik semakin meningkat pada masa Perang Dunia II.

3 dari 3 halaman

Menggantikan para pria yang berangkat perang, wanita-wanita di masa ini menjadi tenaga kerja di pabrik dan galangan kapal untuk memproduksi amunisi dan persediaan perang.

Memanfaatkan momentum tersebut, para produsen kosmetik mulai mengiklankan lipstik mereka dengan nada patriotis.


Lipstik dijadikan cara untuk menunjukkan kekuatan wanita di tengah perang dan ajakan terhadap wanita untuk meningkatkan moral para tentara yang sedang berjuang di luar AS.

Rosie the Riveter, simbol feminisme dan kekuatan ekonomi wanita, yang disebarkan melalui poster-poster pemerintah dan media juga menunjukkan sosok wanita dengan kosmetik yang melakukan pekerjaan kasar atau memakai seragam pabrik.

Lalu, sebuah studi yang diadakan pada masa ini juga membuktikan efektivitas lipstik dalam meningkatkan efisiensi dan mendorong moral wanita.

Penemuan itu membuat Direktur Stabilisasi Ekonomi AS mengharuskan semua pabrik dan galangan kapal menyediakan lipstik di ruang ganti.

Kompas.com/Shierine Wangsa Wibawa

Perjalan Lipstick dari Mesopotamia Hingga Sekarang

Selanjutnya