TRIBUNJUALBELI.COM - Bullying atau perundungan belakangan kembali santer menjadi berita panas.
Bullying pun cenderung terjadi di kalangan remaja.
(Baca: Lakukan Hal Bermanfaat Ini agar Kamu Terhindar dari Pengaruh Negatif)
Salah satu psikolog anak dan remaja dari EduPsycho Research Institute menjelasan permasalah ini.
Dilansir dari media online nasional, pencarian jati diri tak disikapinya secara positif menjadi salah satu alasan utama perundungan banyak dialami remaja.
"Remaja masa pencarian jati diri, rasa ingin berkompetisi menunjukkan eksistensi tetapi belum bisa mengidentifikasikan kebutuhannya sehingga terkadang tidak bisa menyalurkan dengan tepat," ujar Yasinta Indrianti selaku psikologi anak dan remaja.
Sebenarnya remaja bisa membangun sikap positif.
Sehingga dengan begitu, Ia memandang persaingan dan jiwa kompetitif dari kacamata positif yang membangun dan berprestasi.
Sikap positif juga bisa dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dalam keluarga.
"Untuk membangun dan memupuk sikap positif diperlukan dukungan pola asuh yang baik dari lingkungan keluarga dan sosial.
Harus dipastikan orang tua dan guru dapat menjadi teman dan pelindung yang dapat memberikan solusi dari hal-hal yang dialami remaja,"
Pola asuh orang tua yang otoriter dan permisif misalnya, bisa melahirkan pelaku perundungan.
Tak hanya itu, faktor lingkungan juga bisa jadi salah satu penyebab bullying.
Lingkungan negatif tentu berdampak buruk pada pola pertemannya.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!