TRIBUNJUALBELI.COM - Dalam hitungan hari, Presiden Joko Widodo akan menggelar hajat besar untuk menikahan putri semata wayangnya.
Pada 8 November mendatang, Kahiyang Ayu akan resmi dipersunting Bobby Nasution.
(Baca: Sebelum Hari H, Kamu Harus Persiapkan Barang-barang Berikut Ini)
Menjelang hari H, segala persiapan pun telah dilakukan.
Pihak keluarga beberapa kali juga membagikan informasi seputar kabar penikahan Ayang Bobby itu.
Digelar di kota asal mempelai wanita, Ayan Bobby akan menikah menggunakan adat Jawa, khususnya Solo.
Keduanya juga akan melakukan prosesi siraman, midodareni dan beberapa tahapan lain sebelum akad nikah di gelar.
Siraman akan berlangsung di rumah pribadi Jokowi di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.
Sementara prosesi siraman mempelai pria akan berlansung di Hotel tempat menginap Bobby dan keluarga.
Yang menjadi perhatian, posesi siraman putri Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kahiyang Ayu akan menggunakan air dari tujuh sumber mata air.
Tujuh sumber air itu berasal dari Keraton Surakarta, Masjid Agung Solo, Masjid Mangkunegaran, Masjid Laweyan, rumah pribadi di Sumber-Solo, Istana Negara dan Istana Bogor.
"Nanti sebelum siraman, beliau (Presiden Jokowi) akan mencampur air yang berasal dari tujuh mata air. Tujuh mata air pilih karena memiliki makna yang baik," ujar pemandu acara siraman dan midodareni pernikahan Kahiyang Ayu dan Boby Nasution, Widarsih Suranto dilansir dari Kompas.com.
Menurut Widarsih, acara siraman digelar kediaman pribadi Jokowi di Solo, Selasa (7/11/217) sekitar pukul 09.00 WIB.
Acara siraman pakemnya diambil dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
Untuk siraman nanti sesepuh putri yang akan menyirami air tujuh mata air kepada Kahiyang.
"Untuk orang yang menyirami calon pengantin dicari pinisepuh putri (wanita yang dituakan) yang bisa menjadi tauladan dalam melayani suami, keluarga dan masyarakat. Jumlahnya tujuh atau sembilan," kata Widarsih.
Jumlah tujuh memiliki makna mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Bila sembilan mengingatkan pada tubuh manusia terdapat lubang dengan jumlah sembilan agar dijaga baik sehingga bisa melanggengkan rumah tangga hingga akhir hayat.
Widarsih mengatakan, ritual siraman menjadi tradisi calon pengantin orang jawa untuk meminta restu dan doa kepada orang tua kandung, saudara dan sesepuh.
Selain itu siraman bermakna membersihkan jiwa calon mempelai putri dan pria ditempat yang berbeda.
"Setelah siraman diharapkan kedua mempelai dapat menapaki hidup baru dengan hati yang bersih dan bening.
Dengan demikian mempelai dapat membangun keluarga yang sakinah, mawadah warrahmah," kata Widarsih.
Usai siraman, Presiden Jokowi akan menggendong Kahiyang sebagai tanda tanggung jawab terakhir sebagai orang tua kepada calon mempelai wanita.
Pasalnya setelah menikah tanggung jawab Kahiyang akan diserahkan kepada suaminya.
Selanjutnya calon mempelai putri di kamar melanjutkan siram sendiri sampai bersih.
Setelah itu dilanjutkan potong rambut agar supaya bersih.
Potongan rambut itu nantinya disatukan dengan rambut calon mempelai pria lalu ditanam.
"Penanaman rambut untuk membuang segala sukerto, molo, kotoran pada jiwa kedua mempelai. Lalu ditanam agar kedua mempelai dapat mengawali hal-hal baru yang baik, bersih dan penuh ibadah kepada Allah SWT," kata Widarsih.
Prosesi siraman berakhir setelah calon pengantin pria berwudu dan memecah kendi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!