BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Positive Technologies, terus memperkuat kolaborasi pendidikan di Indonesia guna mendukung pengembangan tenaga profesional di bidang keamanan siber.
Dalam ajang KazanForum, perusahaan tersebut menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Manufaktur Bandung, Institut Teknologi dan Sains Mandala, serta Universitas Darul Ma'arif.
Sebelumnya, kerja sama serupa juga telah dilakukan bersama Universitas Padjadjaran di Moskow.
Kemitraan ini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia di sektor keamanan siber melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
Beberapa inisiatif yang akan dijalankan mencakup pelatihan tenaga pengajar, pembangunan laboratorium praktik keamanan siber, hingga pengembangan kurikulum terkait keamanan defensif dan pengembangan perangkat lunak yang aman.
Selain itu, kampus-kampus yang terlibat juga akan memanfaatkan platform pembelajaran mandiri EdTechLab untuk mendukung proses pelatihan mahasiswa.
Direktur Regional Asia Tenggara Positive Technologies, Elena Grishaeva, mengatakan bahwa tenaga profesional yang memiliki kompetensi keamanan siber menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan digital, baik di tingkat perusahaan maupun negara.
Menurutnya, kerja sama dengan universitas di Indonesia diharapkan dapat memperkuat komunitas ahli keamanan siber di Asia Tenggara sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman digital global.
Indonesia sendiri dinilai menjadi salah satu negara yang terus mempercepat transformasi digital, termasuk dalam pengembangan infrastruktur dan layanan pemerintahan berbasis digital.
Namun di sisi lain, pertumbuhan digital tersebut juga meningkatkan risiko ancaman siber.
Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen kasus pelanggaran data yang tercatat di kawasan Asia Tenggara.
Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Kartasasmita, menilai kolaborasi ini penting untuk memperkuat kompetensi praktis mahasiswa di bidang keamanan siber sekaligus mendukung ketahanan digital nasional.
Sementara itu, Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies, Yuliya Danchina, menyebut selama dua tahun terakhir pihaknya telah membangun salah satu jaringan kerja sama pendidikan internasional terbesar di Indonesia dalam bidang keamanan siber.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan lebih menitikberatkan pada praktik langsung agar mahasiswa siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja.
Mahasiswa Indonesia juga rutin mengikuti program Positive Hack Camp dan dijadwalkan kembali berpartisipasi pada 2026 untuk ketiga kalinya.
Sebelumnya, pada Mei 2025, Positive Technologies telah menjalin kerja sama dengan empat institusi pendidikan Indonesia dalam festival keamanan siber internasional Positive Hack Days.
Kemudian pada Agustus tahun yang sama, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat turut bergabung dalam program kemitraan tersebut. (*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!