BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Dunia otomotif Indonesia mungkin lebih akrab dengan kehadiran Honda PCX 160 yang memiliki performa lebih besar dan fitur modern.
Namun jika menengok ke belakang, ada satu model yang menjadi awal mula populernya skutik bongsor di Tanah Air, yakni Honda PCX 125.
Motor ini bisa dibilang sebagai salah satu legenda yang membuka jalan bagi hadirnya skuter matik premium di Indonesia.
Meski kini lebih sering ditemukan di pasar motor bekas, Honda PCX 125 masih memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta otomotif, terutama bagi mereka yang menyukai kenyamanan berkendara dan desain elegan.
Honda PCX 125 pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2010.
Pada masa itu, motor ini dianggap sebagai produk premium karena dihadirkan melalui skema Completely Built Up (CBU) atau diimpor secara utuh dari Thailand.
Kehadirannya langsung mencuri perhatian karena membawa standar baru yang belum banyak dimiliki motor matik pada saat itu.
Desain bodinya terlihat besar dan elegan, berbeda dengan kebanyakan skutik yang beredar di pasaran pada era tersebut.
Selain tampilannya yang mewah, Honda PCX 125 juga sudah dilengkapi teknologi modern untuk zamannya, salah satunya Idling Stop System (ISS).
Fitur ini memungkinkan mesin mati secara otomatis saat motor berhenti sejenak, misalnya di lampu merah, dan akan kembali menyala saat tuas gas diputar.
Pada tahun 2010, fitur seperti ini masih tergolong sangat mewah dan jarang ditemukan pada motor matik di Indonesia.
Honda PCX 125 dibekali mesin 125 cc yang dikenal memiliki karakter sangat halus saat digunakan.
Performa mesinnya memang tidak terlalu agresif, namun cukup nyaman untuk penggunaan harian di dalam kota dan konsumsi bahan bakarnya juga tergolong irit.
Sebagai motor CBU dari Thailand, kualitas material Honda PCX 125 juga dikenal sangat baik.
Banyak pemilik motor ini menyebut bahwa kualitas plastik bodi dan finishingnya terasa solid serta tahan lama, bahkan setelah digunakan bertahun-tahun.
Salah satu hal yang membuat Honda PCX 125 begitu disukai adalah kenyamanan berkendaranya.
Tak heran jika banyak pengguna menjuluki motor ini sebagai sofa berjalan, karena sensasi duduknya yang empuk dan nyaman, terutama saat digunakan untuk perjalanan jauh atau mobilitas harian di perkotaan.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi calon pembeli motor bekas ini.
Misalnya ketersediaan suku cadang bodi yang mulai terbatas, serta performa mesin yang tentu tidak seagresif generasi terbaru seperti PCX 160.
Berdasarkan pantauan dari berbagai platform jual beli motor bekas online, berikut kisaran harga Honda PCX 125 per Maret 2026 untuk wilayah Jakarta:
Honda PCX 125 Tahun 2010 : sekitar Rp14 juta – Rp15 juta
Honda PCX 125 Tahun 2011 : sekitar Rp16 juta – Rp17 juta
Honda PCX 125 Tahun 2012 : sekitar Rp16,5 juta – Rp18,5 juta
*Harga dapat berbeda tergantung kondisi motor dan lokasi penjualan.
**Harga bekas diambil per tanggal 7 Maret 2026.
***Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa konfirmasi tim Tribunjualbeli.com.







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!