BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Bulan Ramadhan membawa perubahan pola aktivitas di rumah.
Kegiatan memasak meningkat saat sahur dan berbuka, lampu menyala lebih lama karena aktivitas malam bertambah, serta penggunaan pendingin ruangan sering kali lebih intens akibat cuaca panas dan tubuh yang sedang berpuasa.
Tanpa disadari, kondisi ini dapat membuat konsumsi listrik melonjak dan tagihan membengkak setelah Lebaran.
Meski demikian, hemat listrik bukan berarti harus mengurangi kenyamanan keluarga selama menjalankan ibadah puasa.
Dengan pengaturan yang tepat dan kebiasaan yang lebih bijak, penggunaan energi tetap bisa efisien tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berikut lima tips yang bisa diterapkan:
Baca Juga : 5 Tips Menjaga Keamanan Rumah Saat Ditinggal Tarawih di Bulan Ramadan
1. Maksimalkan Pencahayaan dan Ventilasi Alami
Pada siang hari, manfaatkan cahaya matahari sebagai sumber penerangan utama dengan membuka tirai dan jendela.
Selain mengurangi penggunaan lampu, cahaya alami juga membuat rumah terasa lebih hangat dan sehat.
Pastikan ventilasi berjalan baik agar udara segar bisa masuk dan sirkulasi tetap lancar, sehingga kebutuhan penggunaan kipas atau AC bisa dikurangi.
2. Atur Penggunaan AC dengan Suhu Ideal
Pendingin ruangan menjadi salah satu penyumbang konsumsi listrik terbesar di rumah.
Agar tetap nyaman tanpa boros energi, atur suhu AC di kisaran 24–26 derajat Celsius.
Hindari mengatur suhu terlalu rendah karena justru membuat konsumsi daya meningkat.
Bersihkan filter AC secara rutin agar kinerjanya tetap maksimal dan tidak membutuhkan tenaga ekstra saat mendinginkan ruangan.
3. Kelola Waktu Memasak Secara Efisien
Baca Juga : 7 Alasan Sirkulasi Udara Rumah Wajib Optimal Saat Ramadhan
Selama Ramadhan, dapur menjadi area paling aktif, terutama menjelang sahur dan berbuka.
Untuk menghemat listrik, usahakan memasak beberapa menu sekaligus dalam satu waktu agar penggunaan rice cooker, oven, atau kompor listrik tidak berulang-ulang.
Jika memungkinkan, manfaatkan peralatan masak yang lebih hemat energi atau gunakan api sedang agar panas merata dan tidak terbuang percuma.
4. Hindari Mode Standby pada Perangkat Elektronik
Banyak orang tidak menyadari bahwa perangkat elektronik yang dibiarkan dalam mode standby tetap mengonsumsi listrik.
Televisi, charger, dispenser, microwave, hingga mesin cuci sebaiknya dicabut dari stop kontak jika tidak digunakan.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi pemborosan energi dalam jangka panjang.
5. Gunakan Lampu LED dan Atur Pemakaian Lampu Malam
Karena aktivitas ibadah seperti tarawih atau tadarus sering dilakukan di malam hari, lampu biasanya menyala lebih lama.
Gunakan lampu LED yang lebih hemat energi dan tahan lama dibanding lampu pijar biasa.
Selain itu, matikan lampu di ruangan yang tidak digunakan agar konsumsi listrik tetap terkendali.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membantu menjaga pengeluaran tetap stabil sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
(eno/TribunJualBeli.com)




















Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!