zoom-in lihat foto Terungkap, Ternyata Ini Alasan Kenapa Gucci Tak Lagi Pakai Kulit Hewan Pada Produknya
Ilustrasi (pinterest)

TRIBUNJUALBELI.COM - Hampir setiap orang dari kalangan menengah atas mengetahui brand kenamaan Gucci.

Salah satu merek mewah asal Italia itu sudah banyak dikenal dengan produk yang terbuat dari kulit hewan.

(Baca: Deretan Tas yang Menunjang Penampilanmu)

Namun mulai 2018 mendatang, malalui official akun Instagramnya, Gucci mengumumkantak akan lagi menggunakan bulu hewan atau fur free.

Untuk mendukung hal itu, Gucci disebut akan melelang sisa koleksinya yang masih menggunakan bulu hewan.

CEO Gucci, Marco Bizzarri mengatakan bahwa mereka membuat keputusan ini untuk mempertegas komitmen perusahaannya dalam menjaga keberlanjutan (sustainability) sebagai bagian dari bisnisnya.

"Apa menurutmu menggunakan bulu hari ini masih modern? Saya tidak berpikir itu masih modern dan itulah alasan mengapa kami memutuskan untuk tidak melakukan itu. Ini agak ketinggalan zaman," kata Bizzarri dilansir dari Kompas.com.

"Kreativitas bisa didapatkan dari berbagai arah dan bukan hanya menggunakan bulu binatang," tambahnya.

Gucci bergabung dengan merek ternama lain seperti Calvin Klein, Ralph Lauren, Tommy Hilfiger, dan Armani yang telah berhenti menggunakan bulu hewan dalam koleksi pakaian mereka.

Meski Gucci identik dengan pemakaian bulu di sepatunya, tapi menurut Bizzarri keputusan penghentian penggunaan bulu tidak akan berdampak pada bisnisnya terlalu banyak.

2 dari 2 halaman

Produk bulu bernilai sekitar 10 Juta Euro setiap tahunnya dan Bizzarri mengatakan, bahwa bahan seperti inovasi kain imitasi, wol dan kain harus dapat mengkompensasi hal ini.


 
Selain itu, larangan penggunaan bulu juga bisa menumbuhkan basis konsumen Gucci yang lebih muda dan cenderung lebih etis dan modern dari pada generasi sebelumnya.

Keputusan tersebut juga dilakukan dengan bantuan direktur kreatif Gucci Alessandro Michele.

"Fashion selalu tentang tren dan mengantisipasi keinginan konsumen. Direksi yang memiliki kreatifitas terbaik dapat mengantisipasinya, mencium sesuatu di luar sebelum orang lain. Agar fashion dan modernitas berjalan bersama." pungkasnya.

Selanjutnya