BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Arsitektur modern dan kontemporer sering dianggap sama karena sama-sama menampilkan desain yang simpel dan minim ornamen.
Padahal, keduanya memiliki konsep, pendekatan desain, serta karakter yang berbeda, terutama pada penerapannya di rumah tinggal.
Memahami perbedaan keduanya penting sebelum membangun atau merenovasi hunian, agar desain yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan selera.
Berikut 4 perbedaan konsep arsitektur modern dan kontemporer pada rumah tinggal:
Baca Juga : 7 Desain Rumah dengan Dinding Batako yang Simpel tapi Tetap Estetik
1. Perbedaan dari Segi Periode dan Latar Belakang
Arsitektur modern merujuk pada gaya desain yang berkembang pada awal hingga pertengahan abad ke-20.
Konsep ini lahir sebagai bentuk penyederhanaan dari desain klasik yang penuh ornamen.
Prinsip utamanya adalah fungsi, efisiensi, dan kesederhanaan bentuk.
Sementara itu, arsitektur kontemporer mengacu pada gaya arsitektur yang berkembang pada masa kini.
Konsepnya lebih fleksibel dan terus berubah mengikuti tren, teknologi, serta kebutuhan zaman.
Artinya, desain kontemporer hari ini bisa berbeda dengan beberapa tahun ke depan.
2. Bentuk dan Tampilan Bangunan
Rumah bergaya modern biasanya memiliki bentuk geometris tegas seperti kotak atau persegi panjang, dengan garis lurus yang dominan.
Tampilan fasadnya sederhana, bersih, dan minim dekorasi.
Sebaliknya, rumah kontemporer lebih dinamis dalam bentuk.
Desainnya bisa memadukan garis tegas dengan lengkungan atau permainan volume bangunan yang unik.
Tampilan fasad cenderung lebih eksploratif dan tidak terpaku pada satu pola tertentu.
Baca Juga : Desain Rumah Anti Ribet, 7 Trik Bikin Hunian Mudah Dibersihka
3. Penggunaan Material dan Warna
Arsitektur modern identik dengan penggunaan material seperti beton, kaca, dan baja dengan warna netral seperti putih, abu-abu, atau hitam.
Konsepnya menonjolkan kesan bersih dan fungsional.
Sedangkan arsitektur kontemporer lebih berani dalam mengombinasikan berbagai material, termasuk kayu, batu alam, hingga material ramah lingkungan.
Permainan tekstur dan warna juga lebih variatif untuk menciptakan kesan hangat sekaligus estetis.
4. Pendekatan terhadap Fungsi dan Lingkungan
Rumah modern menekankan prinsip bentuk mengikuti fungsi ruang di dalamnya.
Tata ruang dibuat efisien dan minim sekat agar lebih praktis.
Sementara itu, rumah kontemporer tidak hanya memperhatikan fungsi, tetapi juga memperhitungkan aspek keberlanjutan dan teknologi terkini.
Desainnya sering memaksimalkan pencahayaan alami, ventilasi silang, serta penggunaan konsep ramah lingkungan.
Pemilihan konsep sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, gaya hidup, serta karakter hunian yang ingin diwujudkan.
(eno/TribunJualBeli.com)







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!