zoom-in lihat foto Kena Hujan Terus, Ini 6 Bagian Motor yang Paling Cepat Bermasalah
Air hujan yang bercampur debu, lumpur, dan partikel kotoran lain dapat menyusup ke celah-celah komponen penting.

TRIBUNJUALBELI.COM - Tingginya curah hujan kerap membuat pemilik kendaraan terutama sepeda motor enggan membilas sisa air hujan dan kotoran yang menempel setelah digunakan.

Padahal, kebiasaan sepele ini justru bisa menjadi awal munculnya berbagai masalah mekanikal pada motor.

Air hujan yang bercampur debu, lumpur, dan partikel kotoran lain dapat menyusup ke celah-celah komponen penting.

Dampaknya memang tidak langsung terasa.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Jas Hujan Anti Rembes Harga Murah di Bawah Rp 100 Ribu di Shopee

Namun, dalam jangka waktu tertentu, risiko kerusakan mulai muncul dan sering kali baru disadari setelah kondisinya cukup parah.

Hal ini dijelaskan oleh Fahmi Fahrizal, mekanik Astra Motor Dewi Sartika.

Menurutnya, efek buruk akibat jarang membersihkan motor setelah kehujanan biasanya baru terasa beberapa bulan kemudian.

“Awalnya mungkin tidak terasa apa-apa. Tapi lama-kelamaan ada komponen bergerak yang mulai aus, seret, bahkan rusak,” ujar Fahmi di sela kegiatan perawatan sepeda motor gratis untuk karyawan Kompas.com di Jakarta, 12 Februari 2014.

Fahmi menyarankan agar pemilik motor setidaknya membilas kendaraan setelah terkena hujan, terutama pada bagian-bagian vital.

2 dari 4 halaman

Tujuannya bukan langsung mencuci secara menyeluruh, melainkan memastikan kotoran dan sisa air hujan tidak menempel terlalu lama.

“Setelah kena hujan, sebisa mungkin motor dibilas. Yang penting kotoran rontok dulu, terutama di area penting,” tegasnya.

Lantas, komponen apa saja yang paling rentan terdampak jika motor jarang dibersihkan setelah kehujanan? Berikut penjelasannya:

BACA JUGA: Ternyata Begini 3 Langkah Mudah Atasi Rem dan Setir Tidak Berfungsi saat Musim Hujan

1. Rem

Masalah pada rem motor depan.
Masalah pada rem motor depan.

Pada rem tromol, kotoran yang masuk dapat bercampur dengan debu kampas rem sehingga menimbulkan bunyi berdecit dan mempercepat keausan.

Sementara pada rem cakram, pasir dan kotoran berisiko menggores piringan dan menurunkan performa pengereman.

2. Lengan Ayun

Poros pada lengan ayun sangat rawan kemasukan kotoran.

Jika dibiarkan, pergerakan akan terasa lebih berat dan berpotensi mempercepat keausan komponen.

Sepeda Motor Bekas
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Motor Honda Beat FI tahun 2015 Bekas - Jakarta Timur
Rp 6,000,000.00
dki-jakarta
3 dari 4 halaman

3. Radiator

Radiator motor matik.
Radiator motor matik.

Kisi-kisi radiator yang tertutup kotoran akan menghambat sirkulasi udara.

Akibatnya, proses pendinginan mesin tidak optimal dan dalam kondisi terburuk dapat menyebabkan mesin mengalami overheat.

4. Suspensi

Suspensi memiliki prinsip kerja serupa dengan lengan ayun.

Kotoran yang menempel dapat membuat pelumas cepat hilang, memicu bunyi-bunyian, serta menurunkan kenyamanan berkendara.

5. CVT

Pada motor matik yang boks CVT-nya dimodifikasi menjadi terbuka, risiko kemasukan pasir dan debu semakin besar.

Komponen di dalam CVT akan cepat kotor, menimbulkan bunyi, dan berujung pada kerusakan dini.

6. Seluruh Komponen Logam

4 dari 4 halaman

Kotoran yang menempel terlalu lama pada bagian logam, lalu terpapar udara dan sinar matahari.

Berpotensi menimbulkan bercak hingga karat yang sulit dihilangkan.

Dengan perawatan sederhana seperti membilas motor setelah kehujanan, pemilik kendaraan dapat meminimalkan risiko kerusakan dan menjaga performa motor tetap optimal dalam jangka panjang. (*)

Deni
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Motor Honda Scoopy Donat 2019 Mesin Cvt Halus Bekas - Bekasi Kota
Rp 8,500,000.00
jawa-barat

(red/Tribunjualbeli.com)

Selanjutnya