BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Dalam kehidupan sehari-hari, istilah real estate dan properti sering digunakan secara bergantian.
Banyak orang menganggap keduanya memiliki arti yang sama.
Padahal, dalam konteks hukum, bisnis, dan investasi, real estate dan properti memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami.
Kesalahan dalam memahami istilah ini bisa berdampak pada cara melihat nilai aset, strategi investasi, hingga proses transaksi.
Oleh karena itu, mengenali perbedaan real estate dan properti sejak awal akan membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Berikut empat perbedaan utama real estate dan properti yang perlu diketahui agar tidak tertukar:
Baca Juga : 5 Kunci Sukses Mengelola Properti di Lokasi Wisata
1. Perbedaan Pengertian Secara Umum
Properti merupakan istilah yang memiliki cakupan sangat luas.
Properti mencakup segala bentuk kepemilikan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya.
Kepemilikan ini bisa berupa aset fisik maupun hak atas suatu aset.
Sementara itu, real estate memiliki pengertian yang lebih spesifik.
Real estate merujuk pada tanah dan segala sesuatu yang melekat secara permanen di atasnya, seperti rumah, gedung perkantoran, ruko, apartemen, hingga bangunan industri.
Karena bersifat permanen, real estate tidak dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.
2. Perbedaan dari Sisi Cakupan Aset
Jika dilihat dari cakupan aset, properti tidak hanya terbatas pada tanah dan bangunan.
Hak guna bangunan, hak sewa, hingga hak kepemilikan atas aset tidak bergerak lainnya juga termasuk dalam kategori properti.
Di sisi lain, real estate hanya mencakup aset fisik berupa tanah dan bangunan. Unsur utamanya adalah lokasi dan kondisi fisik aset tersebut.
Oleh sebab itu, nilai real estate sangat dipengaruhi oleh letak geografis, aksesibilitas, serta perkembangan wilayah sekitar.
Baca Juga : 5 Keunggulan Properti Syariah sebagai Investasi Masa Depan
3. Perbedaan Penggunaan dalam Dunia Bisnis dan Investasi
Dalam praktik bisnis, istilah properti sering digunakan untuk menggambarkan kepemilikan aset secara umum, termasuk aspek hukum, hak, dan kewajiban yang melekat pada aset tersebut.
Sedangkan real estate lebih sering digunakan dalam konteks pengembangan, jual beli, dan investasi tanah serta bangunan.
Contohnya adalah bisnis pengembang perumahan, apartemen, kawasan komersial, maupun properti industri.
Investor real estate biasanya fokus pada potensi kenaikan nilai aset dan pendapatan jangka panjang.
4. Perbedaan Fokus Nilai dan Pengelolaan
Properti lebih menekankan pada aspek kepemilikan dan legalitas.
Nilai properti tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh status hukum, izin, serta hak yang dimiliki atas aset tersebut.
Sementara real estate lebih menitikberatkan pada nilai fisik dan lokasi aset.
Faktor seperti luas tanah, kualitas bangunan, lingkungan sekitar, hingga rencana pengembangan wilayah sangat memengaruhi harga dan daya tarik real estate.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu tidak hanya terhindar dari kesalahan istilah, tetapi juga bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan bisnis maupun investasi.
(Eno/TribunJualBeli.com)


















Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!