TRIBUNJUALBELI.COM - Meskipun motor matic unggul dalam kemudahan operasional, pengguna wajib waspada terhadap potensi gangguan teknis.
Fenomena "gas nyangkut" atau mesin yang terus berakselerasi tanpa ditarik tuasnya merupakan masalah serius yang sering terjadi.
Masalah ini biasanya disebabkan oleh mekanisme gas yang tidak kembali secara sempurna ke posisi idle.
Bahaya gas nyangkut sangat nyata, ketika pengendara melakukan pengereman, putaran mesin yang tetap tinggi akan melawan gaya rem, sehingga laju kendaraan sulit dihentikan secara normal.
1. Cek Kabel dan Throttle Gas
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memeriksa kabel gas dan throttle.
Kabel gas yang kotor, seret, atau tertekuk dapat membuat throttle tidak kembali sempurna sehingga mesin tetap berputar tinggi.
Bersihkan area throttle menggunakan throttle cleaner atau cairan pembersih karburator.
Lakukan dengan hati-hati, lalu cek kembali apakah tarikan gas sudah ringan dan normal.
2. Masalah pada Handgrip dan Kebersihan Stang
Komponen luar seperti handgrip sering luput dari perhatian. Karet yang sudah tidak layak pakai biasanya akan mengalami deformasi, menciptakan friksi atau gaya gesek tidak wajar terhadap pipa stang.
Jika ditambah dengan akumulasi kotoran atau residu pelumas yang mengering, mekanisme putaran gas akan terganggu.
Hasilnya? Gas menjadi tidak responsif dan membahayakan kenyamanan berkendara.
3. Periksa Sensor Sistem Bahan Bakar
Pada motor matic injeksi, sensor seperti Throttle Position Sensor (TPS), sensor suhu, dan sensor oksigen (O2) berperan penting dalam mengatur suplai bahan bakar.
Pastikan sensor dalam kondisi bersih dan konektornya tidak longgar atau rusak.
Bila dicurigai ada sensor bermasalah, sebaiknya lakukan pengecekan di bengkel resmi.
4. Kabel Gas Tertekuk atau Terjepit
Kabel gas yang tertekuk tajam atau terjepit komponen lain dapat membuat pergerakan kabel di dalam selongsong menjadi seret. Akibatnya, tarikan gas terasa berat, tidak responsif, bahkan bisa macet.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh jalur kabel yang tidak rapi, posisi kabel yang bersinggungan dengan komponen lain, atau karena motor pernah terjatuh.
5. Periksa karburator
Penting untuk memeriksa karburator jika Anda masih menggunakan motor keluaran lama yang menggunakan karburator, langkah selanjutnya setelah melakukan beberapa cara di atas, Anda bisa melakukan pengecekan pada karburator.
Melakukan pengecekan pada komponen karburator karena bisa saja skep pada karburator macet atau ada kotoran yang menghambatnya , maka tu Anda perlu memeriksanya.
6. Cek Kondisi Busi
Busi yang aus atau kotor dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan membuat mesin sulit dikontrol.
Busi yang masih baik membantu pembakaran lebih stabil dan mencegah motor matic ngegas sendiri.
Lakukan pengecekan dan penggantian busi secara berkala.
7. Periksa Klep Mesin
Klep berfungsi mengatur keluar-masuknya udara dan bahan bakar ke ruang bakar.
Jika klep bermasalah, gas bisa terasa tertahan dan mesin tetap berputar konstan.
Masalah pada klep biasanya berupa:
- Klep aus
- Klep bocorKlep tidak rapat
- Setelan klep terlalu longgar
8. Cek dan Ganti ECU Jika Bermasalah
ECU (Electronic Control Unit) berfungsi mengatur sistem pembakaran dan suplai bahan bakar.
Jika ECU rusak, campuran udara dan bahan bakar bisa menjadi tidak seimbang.
Akibatnya, putaran mesin menjadi tidak stabil dan motor bisa ngegas sendiri.
Kerusakan ECU juga dapat mengganggu kerja injektor, pompa bahan bakar, dan sensor lainnya.
9. Bersihkan Karburator (Motor Non-Injeksi)
Pada motor matic karburator, karburator yang kotor dapat menyebabkan skep macet sehingga gas terasa tertahan.
Bersihkan karburator menggunakan cairan pembersih khusus, lalu pasang kembali dengan benar dan cek apakah putaran mesin sudah normal.
10. Ganti Jarum Skep Karburator
Jarum skep yang aus atau rusak dapat mengganggu aliran bahan bakar dan membuat tarikan gas terasa berat.
Jika jarum skep tidak bergerak lancar, gas bisa sulit turun dan membuat motor melaju konstan meski tidak ditarik.
11. Perbaiki Membran Karburator yang Bocor
Membran karburator yang bocor dapat menyebabkan suplai udara dan bahan bakar tidak seimbang.
Akibatnya, putaran mesin menjadi tidak stabil dan motor bisa terasa jalan sendiri.
Jika dibiarkan, performa mesin akan menurun dan tenaga berkurang. (*)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!