zoom-in lihat foto 4 Kekurangan Per Kopling Racing untuk Motor Harian
Ilustrasi Per Kopling Racing (Gridoto.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Per kopling racing kerap menjadi pilihan sebagian pemilik motor yang ingin meningkatkan performa, terutama agar kopling tidak mudah selip saat akselerasi tinggi.

Komponen ini biasanya digunakan pada motor balap atau motor yang sudah mengalami upgrade mesin, seperti bore up atau peningkatan tenaga lainnya.

Namun, tidak sedikit pengguna motor harian yang ikut mengganti per kopling standar dengan per kopling racing, dengan harapan tarikan motor menjadi lebih responsif.

Padahal, penggunaan per kopling racing pada motor harian justru memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan secara matang.

Alih-alih meningkatkan kenyamanan berkendara, per kopling racing bisa menimbulkan efek samping yang terasa dalam pemakaian sehari-hari, terutama di kondisi lalu lintas perkotaan.

Berikut 4 kekurangan per kopling racing untuk motor harian yang sering dialami pengguna:

Baca Juga : Dari Kampas Hingga Oli, Ini 3 Sumber Masalah Kopling Selip pada Motor

1. Tarikan Kopling Jauh Lebih Berat

Tarikan Kopling Jauh Lebih Berat

Per kopling racing memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan per kopling standar bawaan pabrik.

Akibatnya, tuas kopling membutuhkan tenaga ekstra saat ditekan.

2 dari 4 halaman

Dalam penggunaan harian, terutama di jalanan macet yang mengharuskan pengendara sering menarik dan melepas kopling, kondisi ini bisa membuat tangan cepat lelah dan pegal.

Bagi pengendara yang sering menempuh jarak jauh atau berkendara dalam waktu lama, tarikan kopling yang berat tentu mengurangi kenyamanan.

2. Kurang Nyaman di Lalu Lintas Perkotaan

Karakter per kopling racing cenderung lebih agresif.

Deni
tjb blogtjb blogtjb blog
Motor Honda Beat Fi 2013 Mesin Halus Bekas - Jakarta Utara
Rp 5,500,000.00
dki-jakarta

Saat kopling dilepas, tenaga mesin terasa langsung tersalur tanpa jeda, sehingga perpindahan gigi bisa terasa kasar jika tidak terbiasa.

Untuk pemakaian harian yang membutuhkan kontrol halus, seperti saat merayap di kemacetan atau berkendara santai, kondisi ini bisa terasa kurang nyaman.

Pengendara juga perlu lebih berhati-hati agar motor tidak tersentak saat melepas kopling.

Baca Juga : Jangan Panik, Ini 3 Langkah Darurat Saat Kabel Kopling Motor Tiba-Tiba Putus di Jalan

3. Berisiko Mempercepat Keausan Komponen Kopling

Berisiko Mempercepat Keausan Komponen Kopling

Tekanan per kopling racing yang lebih kuat membuat kampas kopling dan rumah kopling bekerja lebih keras.

3 dari 4 halaman

Jika digunakan terus-menerus pada motor harian, risiko keausan komponen kopling bisa terjadi lebih cepat.

Selain kampas kopling, komponen lain seperti rumah kopling dan kabel kopling juga berpotensi mengalami penurunan umur pakai.

Hal ini tentu berdampak pada biaya perawatan yang bisa menjadi lebih besar dalam jangka panjang.

4. Tidak Memberikan Manfaat Signifikan pada Mesin Standar

Pada motor dengan mesin standar, penggunaan per kopling racing sebenarnya tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan.

Deni
tjb blogtjb blogtjb blog
Motor Honda Vario 110 2009 Mesin Halus Bekas - Semarang Kota
Rp 4,700,000.00
banten

Tenaga mesin bawaan pabrik umumnya sudah mampu diimbangi oleh per kopling standar.

Akibatnya, pengendara hanya mendapatkan efek samping berupa tarikan kopling lebih berat tanpa keuntungan nyata dalam pemakaian sehari-hari.

Per kopling racing akan lebih terasa manfaatnya jika digunakan pada motor dengan tenaga besar atau untuk kebutuhan khusus seperti balap.

Secara keseluruhan, per kopling racing memang memiliki fungsi penting untuk motor berperforma tinggi.

Namun, untuk motor harian dengan kondisi mesin standar, penggunaan per kopling bawaan pabrik masih menjadi pilihan paling ideal.

4 dari 4 halaman

Selain lebih nyaman, per kopling standar juga dirancang untuk pemakaian jangka panjang dengan tingkat keausan yang lebih seimbang.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya