BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Motor sport kerap menjadi simbol gaya hidup dan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.
Tampilan gagah, desain agresif, serta suara mesin yang bertenaga membuat motor sport terlihat jauh lebih menarik dibanding jenis motor lainnya.
Tak heran jika banyak orang tergoda untuk langsung membeli tanpa pertimbangan matang.
Namun di balik kesan keren tersebut, motor sport juga memiliki sejumlah konsekuensi.
Salah memilih motor sport justru bisa membuat pengeluaran membengkak dan tubuh cepat pegal, terutama jika digunakan untuk aktivitas harian.
Agar tidak menyesal di kemudian hari, berikut 7 kesalahan beli motor sport yang sering bikin kantong jebol dan badan pegal:
Baca Juga : 9 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Motor Bekas
1. Terlalu Mengutamakan Tampilan, Mengabaikan Ergonomi
Kesalahan paling umum adalah membeli motor sport hanya karena desainnya terlihat keren.
Padahal, posisi duduk motor sport umumnya lebih menunduk dengan setang rendah dan jok yang cenderung keras.
Jika digunakan untuk perjalanan jauh atau menghadapi kemacetan, posisi berkendara seperti ini bisa menyebabkan nyeri punggung, bahu tegang, hingga pergelangan tangan cepat pegal.
2. Tidak Menyesuaikan dengan Kebutuhan Harian
Motor sport sejatinya dirancang untuk performa dan kecepatan, bukan untuk kepraktisan maksimal.
Jika mayoritas penggunaan adalah untuk ke kantor, antar-jemput, atau menghadapi jalan padat, motor sport justru terasa kurang nyaman.
Radius putar yang terbatas, panas mesin, serta posisi duduk yang melelahkan bisa membuat motor sport terasa menyiksa jika dipakai setiap hari.
3. Mengabaikan Biaya Perawatan dan Suku Cadang
Banyak calon pembeli motor sport hanya fokus pada harga beli, tanpa memperhitungkan biaya perawatan jangka panjang.
Padahal, motor sport umumnya membutuhkan oli dengan spesifikasi tertentu, ban berukuran besar, serta kampas rem yang lebih mahal.
Jika tidak siap dengan biaya servis rutin dan penggantian komponen, kantong bisa terkuras lebih cepat dari perkiraan.
4. Tidak Memperhitungkan Konsumsi Bahan Bakar
Motor sport biasanya memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih boros dibanding motor bebek atau skutik.
Apalagi jika sering dipacu di putaran mesin tinggi atau digunakan di jalan bebas hambatan.
Bagi pengguna harian, biaya BBM yang terus membengkak bisa menjadi beban tambahan yang sering luput diperhitungkan sejak awal.
5. Salah Memilih Kapasitas Mesin
Baca Juga : 4 Pertimbangan Cerdas Sebelum Membeli Motor Pertama Kali
Membeli motor sport dengan kapasitas mesin terlalu besar tanpa pengalaman yang cukup bisa menjadi kesalahan fatal.
Selain lebih sulit dikendalikan, pajak tahunan dan biaya servisnya juga lebih mahal.
Sebaliknya, memilih mesin terlalu kecil dengan bodi sport terkadang membuat performa terasa kurang, sehingga pemilik tergoda melakukan modifikasi yang justru menambah biaya.
6. Tergiur Harga Murah Motor Sport Bekas
Harga motor sport bekas yang jauh di bawah pasaran sering terlihat menggiurkan.
Namun jika tidak dilakukan pengecekan menyeluruh, risiko kerusakan mesin, kaki-kaki, hingga kelistrikan sangat besar.
Alih-alih hemat, pembeli justru harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan yang nilainya bisa menyamai selisih harga motor bekas tersebut.
7. Tidak Memikirkan Kenyamanan Jangka Panjang
Banyak pembeli motor sport hanya memikirkan rasa bangga di awal kepemilikan.
Padahal, seiring waktu, faktor kenyamanan akan semakin terasa penting.
Jok keras, suspensi kaku, dan posisi berkendara yang agresif bisa membuat badan cepat lelah, terutama bagi pengguna yang sudah tidak muda lagi atau sering berkendara jarak jauh.
Sebelum membeli, pastikan motor sport yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan, postur tubuh, serta kemampuan finansial.
Dengan begitu, motor sport tidak hanya terlihat keren, tetapi juga nyaman dan ramah di kantong dalam jangka panjang.
(Eno/TribunJualBeli.com)







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!