BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Pindah rumah dalam budaya Jawa bukan sekadar memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Ada nilai filosofi dan kepercayaan yang menyertainya, terutama sebagai bentuk ikhtiar agar kehidupan di tempat baru berjalan lebih baik, tenteram, dan penuh berkah.
Hingga kini, sebagian masyarakat Jawa masih memegang teguh tradisi pindah rumah yang diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi ini diyakini sebagai cara menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Berikut enam syarat pindah rumah ala adat Jawa yang masih dipercaya dan sering dijalankan hingga sekarang:
Baca Juga : Begini 5 Cara Pindah Rumah dengan Biaya Minim namun Tetap Efektif
1. Menentukan Hari Baik
Menentukan hari baik menjadi syarat utama sebelum pindah rumah menurut adat Jawa.
Perhitungan biasanya didasarkan pada penanggalan Jawa, seperti weton, pasaran, dan neptu pemilik rumah.
Hari baik dipercaya dapat membawa keselamatan dan kelancaran saat menempati rumah baru.
Sebaliknya, hari yang dianggap kurang tepat diyakini bisa mendatangkan hambatan atau ketidaknyamanan.
Oleh karena itu, banyak orang masih berkonsultasi dengan sesepuh atau orang yang memahami perhitungan Jawa sebelum menentukan tanggal pindahan.
2. Membawa Beras dan Air dari Rumah Lama
Dalam adat Jawa, beras dan air memiliki makna simbolis sebagai sumber kehidupan.
Saat pindah rumah, kedua unsur ini sering dibawa dari rumah lama ke rumah baru.
Beras melambangkan kecukupan pangan dan kelimpahan rezeki, sedangkan air melambangkan kelancaran dan kesejukan hidup.
Tradisi ini dimaknai sebagai upaya agar kehidupan di rumah baru tetap tercukupi dan harmonis.
Biasanya, beras dan air tersebut diletakkan terlebih dahulu di dalam rumah sebelum barang lain dimasukkan.
3. Masuk Rumah Pertama Kali oleh Kepala Keluarga
Menurut kepercayaan adat Jawa, orang pertama yang masuk ke rumah baru sebaiknya adalah kepala keluarga.
Hal ini melambangkan tanggung jawab dan kepemimpinan dalam membangun kehidupan di tempat tinggal yang baru.
Masuknya kepala keluarga terlebih dahulu dipercaya membawa energi positif dan perlindungan bagi seluruh anggota keluarga.
Tradisi ini juga menjadi simbol kesiapan lahir dan batin untuk memulai kehidupan baru.
Setelah itu, anggota keluarga lain diperbolehkan masuk secara bergantian.
4. Menggelar Doa atau Selamatan Sederhana
Baca Juga : 5 Trik Menata Rumah Mungil dengan Furnitur Unik dan Hemat Ruang
Doa atau selamatan menjadi bagian penting dalam tradisi pindah rumah adat Jawa.
Tujuannya untuk memohon keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan selama menempati rumah baru.
Selamatan tidak harus mewah.
Biasanya cukup dengan doa bersama, sajian sederhana, dan mengundang keluarga dekat atau tetangga sekitar.
Selain bernilai spiritual, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.
5. Membersihkan Rumah Sebelum Ditempati
Membersihkan rumah sebelum ditempati bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga memiliki makna simbolis.
Rumah yang bersih dipercaya siap menerima energi baru dan kehidupan yang lebih baik.
Dalam adat Jawa, membersihkan rumah dimaknai sebagai upaya menghilangkan pengaruh buruk atau sisa-sisa energi lama dari penghuni sebelumnya.
Hal ini dianggap penting agar penghuni baru merasa nyaman dan aman.
Pembersihan biasanya dilakukan sebelum hari pindahan atau tepat sebelum rumah mulai ditempati.
6. Tidak Membawa Barang yang Dianggap Bernilai Buruk
Sebagian kepercayaan Jawa menyarankan untuk tidak membawa barang-barang rusak, usang, atau yang memiliki kenangan buruk ke rumah baru.
Barang semacam itu dipercaya dapat membawa energi negatif.
Pindah rumah dianggap sebagai awal kehidupan baru, sehingga barang yang dibawa sebaiknya memiliki nilai guna dan makna positif.
Tradisi ini juga mendorong kebiasaan hidup lebih rapi dan selektif.
Dengan demikian, rumah baru dapat menjadi tempat yang lebih nyaman, bersih, dan membawa semangat baru bagi penghuninya.
Bagi yang masih memegang adat Jawa, menjalankan syarat pindah rumah dapat menjadi bentuk ikhtiar agar kehidupan di hunian baru berjalan lebih tenteram dan harmonis.
(Eno/TribunJualBeli.com)














Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!