BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Dalam proses pembangunan rumah maupun proyek properti lainnya, pemilihan jasa konstruksi menjadi faktor yang sangat krusial.
Sayangnya, masih banyak pihak yang tergiur menggunakan jasa konstruksi ilegal dengan alasan biaya lebih murah atau proses yang dianggap lebih cepat.
Padahal, keputusan tersebut justru berpotensi menimbulkan berbagai dampak serius di kemudian hari.
Jasa konstruksi ilegal umumnya tidak memiliki izin resmi, tenaga ahli bersertifikat, maupun standar kerja yang jelas.
Akibatnya, risiko yang ditimbulkan bukan hanya soal kualitas bangunan, tetapi juga menyangkut aspek hukum dan keselamatan.
Berikut empat dampak yang dapat terjadi akibat menggunakan jasa konstruksi ilegal:
Baca Juga : 6 Tips Memilih Jasa Konstruksi yang Tepat untuk Proyek Bangunan
1. Proyek Berisiko Mangkrak
Salah satu dampak paling nyata dari penggunaan jasa konstruksi ilegal adalah proyek yang berpotensi mangkrak di tengah jalan.
Kontraktor ilegal sering kali tidak memiliki manajemen proyek yang baik, perencanaan matang, maupun modal kerja yang cukup.
Ketika terjadi kendala teknis atau finansial, proyek dapat terhenti tanpa kejelasan penyelesaian.
Kondisi ini tentu merugikan pemilik bangunan karena waktu, tenaga, dan biaya yang sudah dikeluarkan menjadi sia-sia.
2. Kualitas Bangunan Tidak Terjamin
Jasa konstruksi ilegal umumnya tidak mengikuti standar teknis dan keselamatan yang berlaku.
Penggunaan material di bawah standar, metode kerja asal-asalan, hingga tenaga kerja yang tidak kompeten kerap menjadi masalah utama.
Akibatnya, kualitas bangunan menjadi tidak terjamin dan rentan mengalami kerusakan dini.
Dalam jangka panjang, pemilik bangunan justru harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan atau renovasi ulang.
Baca Juga : Kenali 7 Jenis Jasa Konstruksi yang Menjadi Peluang Karier Menjanjikan
3. Berisiko Masalah Hukum
Menggunakan jasa konstruksi ilegal juga dapat menimbulkan masalah hukum.
Proyek yang dikerjakan tanpa izin resmi atau tidak sesuai peraturan berpotensi melanggar ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Jika terjadi pemeriksaan atau sengketa, pemilik bangunan dapat ikut terseret dalam persoalan hukum, meskipun tidak terlibat langsung dalam praktik ilegal tersebut.
Risiko sanksi administratif hingga denda pun tidak dapat dihindari.
4. Keselamatan Kerja Terabaikan
Aspek keselamatan kerja sering kali diabaikan oleh jasa konstruksi ilegal.
Minimnya penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) meningkatkan risiko kecelakaan kerja di lokasi proyek.
Jika terjadi kecelakaan, tanggung jawab hukum dan sosial dapat menjadi beban besar bagi pemilik proyek.
Selain itu, insiden keselamatan juga dapat menghentikan proyek secara paksa dan memperpanjang waktu penyelesaian pembangunan.
Oleh karena itu, memilih jasa konstruksi yang legal, profesional, dan berizin resmi merupakan langkah penting untuk memastikan proyek berjalan lancar, aman, dan sesuai harapan.
(Eno/TribunJualBeli.com)







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!