BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Pondasi merupakan elemen paling krusial dalam sebuah bangunan.
Meski tidak terlihat setelah bangunan berdiri, kualitas pondasi sangat menentukan kekuatan, keamanan, dan umur bangunan.
Sayangnya, masih banyak kesalahan yang dianggap sepele saat proses pembangunan pondasi.
Padahal, kesalahan kecil tersebut bisa berdampak besar di kemudian hari, mulai dari retakan dinding hingga bangunan yang perlahan mengalami penurunan.
Berikut empat hal yang sering dianggap sepele namun dapat membuat pondasi bangunan menjadi tidak kuat:
Baca Juga : Bangun Sekali untuk Selamanya, 6 Rahasia Pondasi Rumah Kuat dan Anti Retak
1. Tidak Memperhatikan Kondisi Tanah
Banyak orang langsung membangun tanpa mengecek kondisi tanah terlebih dahulu.
Padahal, setiap jenis tanah memiliki karakter berbeda, mulai dari tanah keras, berpasir, hingga tanah urukan.
Jika pondasi tidak disesuaikan dengan kondisi tanah, daya dukungnya menjadi tidak optimal.
Akibatnya, pondasi bisa turun, retak, atau bahkan gagal menahan beban bangunan.
2. Kualitas Material yang Kurang Baik
Penggunaan material di bawah standar sering dilakukan demi menekan biaya pembangunan.
Semen, pasir, batu, hingga besi tulangan yang kualitasnya rendah akan sangat memengaruhi kekuatan pondasi.
Selain itu, komposisi campuran beton yang tidak tepat, seperti terlalu banyak air, dapat menurunkan daya tekan beton dan membuat pondasi mudah rapuh.
Baca Juga : 3 Pilihan Batu Pondasi Terbaik untuk Rumah yang Aman dan Kokoh
3. Kedalaman dan Ukuran Pondasi Tidak Sesuai
Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah kedalaman pondasi yang terlalu dangkal atau ukuran yang tidak sesuai dengan beban bangunan.
Pondasi rumah bertingkat, misalnya, membutuhkan dimensi dan kedalaman yang lebih besar dibanding rumah satu lantai.
Jika hal ini diabaikan, pondasi akan bekerja di luar kapasitasnya dan berisiko mengalami kerusakan dalam jangka waktu yang lebih cepat.
4. Teknik Pengerjaan yang Asal-asalan
Teknik pengerjaan pondasi yang tidak sesuai prosedur juga menjadi penyebab utama pondasi tidak kuat.
Mulai dari pemasangan tulangan yang tidak rapi, pengecoran yang tidak merata, hingga proses pemadatan tanah yang kurang maksimal.
Kurangnya pengawasan saat pengerjaan sering membuat kesalahan ini tidak terdeteksi sejak awal dan baru terlihat setelah bangunan selesai.
Dengan memperhatikan setiap tahap pembangunan pondasi secara serius, risiko kerusakan bangunan di masa depan dapat diminimalkan dan bangunan pun menjadi lebih aman serta tahan lama.
(Eno/TribunJualBeli.com)












Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!