BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Rumah lawas sering kali dianggap rawan masalah, mulai dari kebocoran, dinding retak, hingga tampilan yang terlihat kusam dan tidak terawat.
Padahal, banyak bangunan lama justru memiliki struktur yang kuat dan karakter desain yang tidak dimiliki rumah modern.
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, rumah lawas tetap bisa nyaman dihuni, aman, dan bertahan dalam jangka waktu panjang.
Perawatan bangunan lama tidak selalu berarti renovasi besar yang memakan biaya tinggi.
Dalam banyak kasus, langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara rutin justru mampu mencegah kerusakan serius.
Berikut beberapa cara merawat bangunan lama agar tetap awet dan fungsional:
Baca Juga : Waspadai Sejak Dini! 4 Bagian Rumah yang Paling Sering Mengalami Kebocoran
1. Rutin Mengecek Atap, Genteng, dan Talang Air
Atap menjadi komponen paling krusial pada bangunan lama karena langsung berhadapan dengan hujan dan panas matahari.
Genteng yang sudah berumur biasanya lebih mudah retak, bergeser, atau bahkan pecah.
Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi kerusakan kecil sebelum menimbulkan kebocoran yang merusak plafon dan rangka atap.
Talang air juga sering luput dari perhatian.
Daun kering dan kotoran yang menumpuk dapat menyebabkan air meluap dan merembes ke dinding.
Membersihkan talang secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah rembesan dan kerusakan jangka panjang.
2. Tangani Retakan dan Kelembapan Dinding Sejak Dini
Dinding pada rumah lawas umumnya sudah mengalami penurunan kualitas material.
Retakan halus, cat mengelupas, atau bercak lembap sering menjadi tanda awal adanya masalah.
Jika dibiarkan, air dapat masuk ke dalam pori-pori dinding dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Penambalan retakan kecil, pengecatan ulang, serta penggunaan pelapis anti air sangat disarankan.
Untuk dinding yang terus-menerus lembap, perlu ditelusuri sumber masalahnya, apakah berasal dari rembesan hujan, pipa bocor, atau drainase yang kurang baik.
3. Periksa dan Rawat Sistem Plumbing Secara Berkala
Baca Juga : 4 Bahaya Membiarkan Atap Rumah Bocor, Jangan Anggap Sepele!
Instalasi pipa air pada bangunan lama biasanya menggunakan material yang sudah tidak sekuat pipa modern. Kebocoran kecil sering tidak disadari karena terjadi di balik dinding atau lantai.
Padahal, masalah ini bisa menyebabkan kerusakan struktural dan meningkatkan risiko jamur.
Pemeriksaan tekanan air, sambungan pipa, serta saluran pembuangan perlu dilakukan secara berkala.
Jika ditemukan pipa yang sudah rapuh atau berkarat, penggantian sebagian sistem plumbing dapat menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
4. Lakukan Perlindungan Ekstra pada Material Kayu dan Besi
Banyak rumah lawas masih menggunakan material kayu dan besi pada kusen, rangka pintu, jendela, atau pagar.
Kayu rentan terhadap serangan rayap dan pelapukan akibat kelembapan, sementara besi mudah berkarat seiring waktu.
Penggunaan obat anti-rayap, pelapis kayu, serta cat anti karat sangat penting untuk menjaga kekuatan material tersebut.
Perawatan rutin ini tidak hanya memperpanjang usia material, tetapi juga menjaga keamanan dan tampilan rumah tetap rapi.
5. Perbaiki Drainase dan Maksimalkan Ventilasi Udara
Drainase yang buruk sering menjadi penyebab utama masalah pada bangunan lama.
Air hujan yang menggenang di sekitar rumah dapat merusak pondasi dan memicu rembesan ke dinding bagian bawah.
Memastikan saluran air lancar dan kemiringan tanah di sekitar rumah tepat dapat mengurangi risiko tersebut.
Selain itu, ventilasi udara yang baik membantu mengurangi kelembapan di dalam rumah.
Sirkulasi udara yang lancar mencegah pertumbuhan jamur, menjaga kualitas udara, dan membuat bangunan terasa lebih sehat untuk dihuni.
Perawatan yang dilakukan sejak dini juga membantu menghindari biaya renovasi besar di kemudian hari, sehingga rumah lama tetap menjadi hunian yang layak dan menyenangkan.
(Eno/TribunJualBeli.com)





Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!