BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Menggunakan jasa pemandu wisata dapat membuat perjalanan lebih mudah, terarah, dan menyenangkan.
Namun, tidak sedikit wisatawan yang tergiur harga murah dan akhirnya memilih pemandu wisata ilegal atau tidak berlisensi.
Padahal, keputusan ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah yang justru membuat liburan tidak berjalan sesuai rencana.
Pemandu wisata ilegal biasanya tidak memiliki sertifikat resmi, tidak mengikuti pelatihan standar, serta tidak memiliki tanggung jawab profesional yang jelas.
Berikut empat risiko yang dapat terjadi ketika menggunakan jasa pemandu wisata ilegal:
Baca Juga : Membangun Bisnis Jasa Tour Guide, 4 Panduan Lengkap untuk Pemula
1. Informasi Destinasi Tidak Akurat dan Kurang Berkualitas
Pemandu wisata berlisensi telah melalui proses pelatihan yang memastikan kemampuan mereka dalam memberikan informasi sejarah, budaya, hingga aturan lokasi wisata dengan benar.
Sebaliknya, pemandu ilegal seringkali hanya mengandalkan pengetahuan seadanya.
Informasi yang disampaikan bisa keliru, tidak lengkap, atau bahkan menyesatkan.
Akibatnya, pengalaman wisata menjadi kurang berkesan dan tujuan edukatif dari perjalanan tidak tercapai.
2. Potensi Konflik dengan Pihak Pengelola Wisata
Beberapa destinasi wisata menerapkan aturan ketat terkait penggunaan pemandu resmi.
Jika ketahuan menggunakan pemandu ilegal, wisatawan bisa diminta meninggalkan lokasi, dikenai denda, atau mengalami hambatan administratif.
Situasi ini tentu mengganggu kenyamanan dan dapat merusak keseluruhan agenda perjalanan.
Selain itu, pemandu tidak berlisensi umumnya tidak memiliki izin masuk khusus ke area-area tertentu, sehingga akses wisata bisa menjadi terbatas.
Baca Juga : 5 Kriteria Jasa Tour Guide Terpercaya yang Wajib Diketahui agar Liburan Aman dan Nyaman
3. Keamanan Kurang Terjamin
Pemandu wisata resmi dibekali pelatihan terkait keamanan dan keselamatan wisatawan, termasuk penanganan keadaan darurat.
Sementara itu, pemandu ilegal tidak memiliki standar kompetensi yang jelas.
Akibatnya, wisatawan terpapar risiko lebih besar jika terjadi kejadian tak terduga seperti medan berbahaya, cuaca buruk, atau kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat.
Minimnya pengetahuan mengenai prosedur keselamatan membuat perjalanan menjadi jauh dari rasa aman.
4. Tidak Ada Tanggung Jawab atau Jaminan Layanan
Pemandu ilegal tidak terikat regulasi sehingga tidak memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan sesuai standar.
Jika terjadi masalah seperti perubahan jadwal mendadak, penipuan biaya tambahan, atau layanan buruk, wisatawan tidak dapat melakukan komplain resmi.
Tidak ada lembaga yang bisa dihubungi untuk meminta pertanggungjawaban.
Hal ini membuat wisatawan menanggung kerugian sendiri tanpa solusi yang jelas.
Untuk memastikan liburan berjalan aman, nyaman, dan berkesan, memilih pemandu wisata berlisensi merupakan langkah yang jauh lebih aman dan bijak.
(Eno/TribunJualBeli.com)



Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!