BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Rumah split level semakin diminati karena menawarkan desain yang unik, dinamis, serta mampu memaksimalkan lahan berkontur.
Konsep ini membagi rumah menjadi beberapa lantai dengan ketinggian berbeda, sehingga menciptakan kesan ruang yang lebih luas tanpa harus membangun lantai secara penuh seperti rumah bertingkat.
Selain memberikan karakter visual yang menarik, rumah split level juga sangat fungsional bagi keluarga yang menginginkan area publik dan privat yang lebih terarah.
Agar hasilnya optimal, berikut uraian lengkap tentang tahapan yang perlu diperhatikan dalam membangun rumah split level:
Baca Juga : 5 Kelebihan Rumah Split Level yang Membuatnya Lebih Nyaman
1. Analisis Kontur dan Kondisi Lahan Secara Mendetail
Tahap paling awal dan paling penting adalah memahami kondisi lahan yang akan dibangun.
Rumah split level sangat bergantung pada kontur tanah, sehingga perlu dilakukan pengukuran yang akurat untuk mengetahui perbedaan elevasi, kemiringan, serta karakter tanah.
Survey kontur ini akan menjadi dasar penentuan level lantai, perletakan fondasi, hingga arah bangunan.
Tanah dengan kemiringan ringan hingga sedang sangat ideal untuk model ini, karena membantu menciptakan perbedaan lantai secara alami tanpa pekerjaan pemotongan tanah yang berat.
Selain itu, analisis drainase juga penting agar air hujan dapat mengalir baik dan tidak menggenang pada level yang lebih rendah.
Dengan data kontur yang lengkap, perencanaan bangunan akan jauh lebih presisi dan efisien.
2. Menentukan Pembagian Level dan Fungsi Ruangan
Setelah memahami kontur lahan, langkah berikutnya adalah merencanakan pembagian level dan fungsinya.
Rumah split level biasanya memiliki 3–5 level kecil, masing-masing dengan fungsi ruang yang berbeda.
Area yang lebih tinggi umumnya cocok untuk ruangan yang membutuhkan pencahayaan maksimal seperti ruang tamu, ruang keluarga, atau ruang makan.
Sementara area lebih rendah dapat digunakan untuk kamar tidur, area servis, atau ruang santai yang lebih privat.
Perencanaan level ini juga membantu mengatur transisi ruangan dengan lebih alami.
Tangga-tangga pendek antar level membuat rumah terasa lebih menyatu, tidak memisahkan ruang secara drastis seperti rumah dua lantai konvensional.
Dengan pembagian fungsi yang tepat, setiap level dapat memberikan kenyamanan maksimal sesuai kebutuhan penghuninya.
3. Membuat Desain Struktur dan Fondasi yang Kuat dan Aman
Baca Juga : 9 Desain Rumah Impian yang Populer di Kalangan Banyak Orang
Struktur rumah split level cenderung lebih kompleks karena setiap lantai punya ketinggian yang berbeda.
Oleh karena itu, fondasi harus dirancang dengan hati-hati agar mampu menahan beban bangunan secara merata.
Pada beberapa kasus, fondasi bertingkat perlu diterapkan untuk mengikuti kontur asli lahan.
Dinding penahan tanah juga menjadi elemen wajib, terutama untuk area yang lebih rendah, agar tanah tidak longsor saat musim hujan.
Selain fondasi, struktur balok dan kolom juga harus diperhitungkan agar transisi antar level tetap kokoh tanpa mengganggu estetika ruangan.
Dengan perencanaan struktur yang matang, rumah tidak hanya terlihat menarik dari luar, tetapi juga aman dan tahan lama untuk jangka panjang.
4. Mengoptimalkan Sirkulasi, Pencahayaan, dan Ventilasi
Desain split level memberikan peluang besar untuk menghadirkan rumah yang terang dan memiliki sirkulasi udara yang bagus.
Perbedaan elevasi lantai membantu udara bergerak dengan lebih alami, terutama jika dipadukan dengan bukaan yang tepat.
Pemasangan jendela besar, ventilasi silang, atau void antar lantai bisa membuat interior terasa lebih lega dan nyaman.
Selain itu, pencahayaan alami dapat masuk ke setiap level melalui kombinasi skylight, jendela tinggi, dan bukaan menghadap arah sinar matahari.
Tangga penghubung antar level juga harus dirancang aman, memiliki pijakan yang tidak terlalu curam, serta dilengkapi railing yang kuat.
Tangga-tangga pendek ini sekaligus menjadi elemen estetika yang memperkaya interior rumah.
Jika ventilasi dan pencahayaan diatur optimal, rumah split level akan terasa sejuk, terang, dan hemat energi sepanjang hari.
5. Memilih Material Interior dan Eksterior yang Mendukung Konsep Split Level
Tahap terakhir adalah memilih material yang sesuai baik dari sisi estetika maupun fungsional.
Material seperti kayu, batu alam, beton ekspos, atau kaca dapat memberi nuansa modern yang selaras dengan karakter split level.
Untuk interior, gunakan lantai dengan tekstur aman pada area tangga dan level transisi agar tidak licin.
Pilihan warna terang pada dinding dan plafon juga membantu menciptakan kesan ruang yang lebih terbuka dan luas, terutama pada level-level sempit.
Di sisi eksterior, material kuat dan tahan cuaca diperlukan, terutama pada sisi bangunan yang berada di area lebih rendah.
Penutup dinding seperti roster atau panel kayu dapat menjadi elemen dekoratif sekaligus membantu sirkulasi udara.
Material yang tepat akan meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan nilai estetika rumah secara keseluruhan.
Dengan memahami karakter lahan, merencanakan level lantai sesuai fungsi, memperkuat struktur, serta memilih material terbaik, kamu bisa mewujudkan hunian split level yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga aman dan fungsional untuk jangka panjang.
(Eno/TribunJualBeli.com)




















Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!