TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka baru saja datang dari dunia olahraga Indonesia.
Choirul Huda, kiper Persela Lamongan dikabarkan meninggal dunia akibat benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya.
Choirul meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.
Kiper Persela Lamongan itu disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher.
Bagi kebanyakan orang, benturan kepala dianggap sebagai risiko yang wajar, terutama jika terjadi dalam sebuah olahraga kontak fisik.
(Baca: Kamu Bisa Lakukan Olahraga Ini Di Rumah)
Padahal cedera kepala sangat berbahaya.
Banyak cedera kepala yang terkait dengan olahraga menyebabkan cacat permanen, kerusakan otak, atau bahkan kematian.
Cedera kepala adalah cedera yang terjadi pada kulit kepala, tengkorak, atau otak yang disebabkan oleh trauma.
Gegar otak dan memar otak adalah dua jenis yang paling umum dari cedera otak terkait olahraga.
Geger otak
Gegar otak adalah jenis cedera otak traumatis yang terjadi ketika otak tersentak atau terguncang cukup keras sehingga membentur dinding tengkorak.
Hal ini dapat terjadi ketika dua atlet saling bertubrukan atau ketika seseorang jatuh dan terantuk kepalanya.
Seseorang tidak selalu kehilangan kesadaran ketika mengalami gegar otak
Gegar otak menyebabkan perubahan status mental seseorang dan dapat mengganggu fungsi normal otak.
Memar otak
Memar otak adalah lebam akibat perdarahan yang mengendap tidak normal di luar pembuluh darah dan membeku, mengakibatkan bengkak.
Tengkorak retak adalah satu lagi tipe cedera kepala yang dapat memengaruhi otak.
Jika saat berolah raga terjadi benturan, jangan sepelekan hal itu.
Berikut langkah yang harus dilakukan:
Jika Anda mengalami gegar otak atau menduga bahwa orang lain mengalaminya, langkah yang paling penting untuk dilakukan adalah untuk mencegah cedera lebih lanjut.
Hentikan aktivitas dan beri tahu orang lain bahwa Anda mungkin telah terluka.
Kemudian dapatkan perhatian medis.
Jika Anda bermain sebagai bagian dari tim, minta untuk dibawa keluar dari lapangan dan beri tahu wasit/pelatih apa yang terjadi.
Jika sesama pemain memiliki tanda-tanda seperti kebingungan atau tiba-tiba hilang koordinasi, pastikan untuk melaporkan hal ini kepada pelatih.
Segera mungkin untuk mendapatkan bantuan medis.
Sebeb jika tak segera terdiagnosis dan tak menerima perawatan, cedera akan berakibat fatal.
Perlu diingat, cedera otak adalah penyebab utama kematian yang berhubungan dengan olahraga, maka waspadalah.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!