BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Konsep rumah open space semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada hunian modern bergaya minimalis hingga kontemporer.
Desain yang menghubungkan beberapa ruangan tanpa sekat ini menawarkan kesan lapang, pencahayaan alami yang maksimal, serta tampilan interior yang rapi dan menyatu.
Namun meskipun terlihat menarik secara visual, rumah open space tidak selalu cocok untuk semua orang.
Banyak orang tertarik karena rumah open space memberi ilusi ruang yang lebih luas dan terasa lega.
Namun di balik kelebihannya, ada sejumlah tantangan yang justru bisa mengganggu kenyamanan penghuni, terutama bagi keluarga dengan aktivitas berbeda, rumah yang dihuni banyak orang, atau mereka yang membutuhkan privasi dalam kesehariannya.
Memahami kekurangan desain ini sangat penting sebelum menerapkannya pada hunian.
Berikut penjelasan lengkap tentang empat alasan mengapa rumah open space tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap keluarga, versi lebih panjang dan SEO-friendly:
Baca Juga : Bikin Rumah Terasa Luas! 5 Keunggulan Desain Open Space yang Lagi Diminati
1. Minim Privasi dan Kurang Nyaman untuk Penghuni dengan Aktivitas Berbeda
Rumah open space mengurangi penggunaan sekat, sehingga ruangan seperti ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga biasanya berada dalam satu area besar.
Hal ini memang membuat rumah terlihat luas, tetapi konsekuensinya adalah hilangnya batas yang memisahkan satu aktivitas dengan yang lain.
Bagi penghuni yang membutuhkan ruang pribadi atau ketenangan, konsep ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Aktivitas apa pun yang dilakukan seseorang akan mudah terlihat oleh orang lain, baik aktivitas bekerja, beristirahat, maupun sekadar bersantai.
Pada keluarga besar, kondisi tanpa sekat dapat membuat semua kegiatan terasa bercampur.
Anak-anak bermain, orang tua memasak, sementara anggota keluarga lain ingin bekerja atau belajar, semuanya saling terlihat dan terdengar dalam satu ruang.
Semakin banyak jumlah penghuni, semakin besar pula kebutuhan privasi yang dibutuhkan.
Maka, bagi keluarga dengan banyak anggota atau orang yang menginginkan area tenang, konsep open space sering kali kurang ideal untuk kehidupan sehari-hari.
2. Kebisingan Lebih Mudah Menyebar dan Mengganggu Konsentrasi
Salah satu kekurangan paling menonjol dari rumah open space adalah akustiknya.
Tanpa adanya dinding pembatas, suara dari satu sisi ruangan akan langsung menyebar ke seluruh area.
Misalnya, suara peralatan masak, televisi, percakapan antar penghuni, atau suara anak bermain akan terdengar jelas di ruang lainnya.
Bagi orang yang bekerja dari rumah, hal ini dapat sangat mengganggu konsentrasi.
Bahkan untuk aktivitas sederhana seperti menonton TV atau menerima panggilan telepon pun terasa kurang nyaman karena suara dari area lain berbaur tanpa batas.
Material interior yang keras seperti keramik, kaca, atau dinding polos juga kerap memperparah pantulan suara dan menciptakan efek gema.
Jika rumah dihuni banyak orang atau aktivitas di dalamnya cukup padat, masalah kebisingan ini bisa menjadi sumber ketidaknyamanan yang signifikan.
Baca Juga : 10 Tips Cerdas Mendesain Rumah Open Space yang Nyaman dan Efisien
3. Penataan Furnitur dan Pembagian Area Lebih Rumit
Rumah open space terlihat sederhana, tetapi penataannya justru lebih menantang.
Karena tidak ada batas fisik antar ruang, furnitur harus ditata dengan benar agar tiap area tetap memiliki fungsi yang jelas.
Jika penataan tidak tepat, ruangan bisa tampak kosong, tidak terarah, atau justru terasa penuh dan berantakan.
Pemilihan furnitur, warna, hingga dekorasi harus selaras karena semua terlihat dalam satu pandangan.
Gaya interior yang tidak konsisten dapat membuat ruangan terlihat kacau.
Beberapa orang bahkan merasa bingung menentukan batas antara ruang tamu, ruang makan, dan ruang keluarga, sehingga perlu menggunakan karpet, pencahayaan, atau dekorasi sebagai pembatas visual.
Tantangan ini cukup signifikan bagi penghuni yang tidak terbiasa menata interior atau ingin mengganti suasana ruangan secara berkala.
4. Pengaturan Suhu Ruangan Tidak Stabil dan Boros Energi
Desain open space membuat ruang menjadi lebih luas, tetapi luasnya area ini juga membuat pendinginan ruangan menjadi lebih sulit.
Ketika menggunakan AC, area yang besar tanpa partisi menyebabkan udara dingin menyebar ke seluruh sudut ruangan.
Akibatnya, AC harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencapai suhu yang nyaman.
Jika ada jendela besar atau sinar matahari masuk secara intens, suhu ruangan bisa naik dengan cepat.
Ruang dapur yang berada dalam satu area dengan ruang keluarga juga bisa membuat suhu meningkat saat memasak.
Hal ini menyebabkan konsumsi listrik menjadi lebih tinggi dan biaya operasional rumah meningkat.
Bagi penghuni yang menginginkan efisiensi energi, rumah open space bisa menjadi tantangan.
Penggunaan pendingin udara harus direncanakan dengan cermat, atau diperlukan tambahan sistem ventilasi untuk menjaga kenyamanan.
Tanpa perencanaan yang matang, konsep open space bisa terasa tidak nyaman dan kehilangan estetika yang diharapkan.
Bagi kamu yang membutuhkan ruang tenang, privasi lebih tinggi, atau ingin efisiensi energi, konsep semi-open space atau pembatas ringan mungkin menjadi pilihan yang lebih ideal.
Dengan perencanaan interior yang tepat, kamu masih bisa mendapatkan kesan lega tanpa kehilangan kenyamanan yang dibutuhkan penghuni.
(Eno/TribunJualBeli.com)













Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!