zoom-in lihat foto Porting Motor Sembarangan Bisa Merugikan, Ini 4 Penjelasannya
Ilustrasi Porting Motor (Gridoto.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Porting motor menjadi salah satu modifikasi yang cukup populer di kalangan pengguna yang ingin meningkatkan performa mesin.

Langkah ini biasanya dilakukan dengan menghaluskan dan memperbesar saluran masuk serta keluar pada kepala silinder, sehingga aliran udara dan bahan bakar dapat bergerak lebih lancar.

Secara teori, porting dapat membuat tenaga motor meningkat dan respons mesin terasa lebih agresif.

Namun, modifikasi ini tidak selalu memberikan hasil terbaik, terutama jika dilakukan sembarangan atau tanpa perhitungan teknis yang tepat.

Banyak pemilik motor tergoda untuk melakukan porting demi mendapatkan performa lebih kencang.

Tetapi, tidak sedikit juga yang akhirnya menghadapi berbagai masalah setelah proses dilakukan secara asal-asalan.

Pemilik motor perlu memahami bahwa porting bukan sekadar memperbesar saluran udara, melainkan membutuhkan keahlian dan alat presisi agar hasilnya benar-benar optimal tanpa merusak komponen lain.

Berikut empat penjelasan penting mengenai risiko porting motor yang perlu diperhatikan:

Baca Juga : 4 Manfaat Porting untuk Meningkatkan Performa Mesin Motor

1. Risiko Penurunan Tenaga Jika Porting Tidak Presisi

2 dari 4 halaman

Porting yang dikerjakan sembarangan justru bisa menyebabkan tenaga mesin menurun.

Sepeda Motor Bekas
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Motor Bekas Suzuki Nex tahun 2014 - Jakarta Timur
Rp 5,900,000.00
dki-jakarta

Hal ini terjadi ketika ukuran saluran menjadi terlalu besar atau bentuknya tidak simetris, sehingga kecepatan aliran udara di ruang bakar menjadi tidak stabil.

Aliran udara yang terlalu lambat akan membuat proses pembakaran tidak optimal, akibatnya tenaga motor yang diharapkan meningkat malah turun.

Selain itu, porting yang tidak presisi juga dapat memicu gejala mesin brebet, tarikan berat, hingga idle yang tidak stabil.

Proses porting memerlukan perhitungan matang antara volume ruang bakar, kompresi, dan aliran udara, sehingga tidak bisa dilakukan secara asal.

2. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros

Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros

Masalah lain yang sering muncul setelah porting dilakukan tanpa perhitungan adalah konsumsi bahan bakar yang meningkat drastis.

Porting yang memperbesar volume udara masuk akan membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menyesuaikan keseimbangan campuran.

Jika setting karburator atau sistem injeksi tidak diatur ulang dengan benar, motor menjadi terlalu kaya bahan bakar sehingga boros dan performanya justru tidak stabil.

Banyak pengguna mengira porting selalu meningkatkan tenaga, padahal tanpa penyetelan ulang, konsumsi bahan bakar justru bisa jauh lebih tinggi dibanding kondisi standar.

3 dari 4 halaman

Baca Juga : Ternyata Nggak Selalu Untung! Ini 4 Risiko Bore Up Mesin Motor

3. Mesin Lebih Cepat Panas dan Rentan Mengalami Overheat

Porting yang tidak dilakukan dengan teknik yang benar dapat menyebabkan mesin bekerja lebih keras.

fitri kusuma
tjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Motor Bekas, Honda CB 150R StreetFire, Tahun 2018, Plat B, Pajak Off - Jakarta Utara
Rp 15,200,000.00
dki-jakarta

Perubahan bentuk saluran yang tidak sesuai standar pabrikan dapat meningkatkan beban kinerja mesin, sehingga suhu operasional naik lebih cepat.

Kondisi ini membuat motor rentan mengalami overheat, terutama ketika digunakan untuk jarak jauh atau di lalu lintas padat.

Overheat yang terjadi berulang kali dapat merusak komponen lain seperti piston, ring piston, hingga gasket kepala silinder.

Karena itu, porting harus disertai perhitungan suhu kerja mesin dan penyesuaian sistem pendinginan agar motor tetap aman digunakan.

4. Umur Komponen Mesin Menjadi Lebih Pendek

motor
Umur Komponen Mesin Menjadi Lebih Pendek

Modifikasi porting yang dilakukan sembarangan juga dapat mengurangi umur pakai komponen mesin.

Peningkatan tenaga yang tidak seimbang dengan kekuatan komponen standar membuat beberapa bagian bekerja lebih berat dari seharusnya.

4 dari 4 halaman

Piston, klep, noken as, dan part lain akan mengalami gesekan dan tekanan lebih besar, sehingga aus lebih cepat.

Selain itu, ukuran port yang tidak tepat bisa membuat deposit karbon terbentuk lebih cepat di dalam ruang bakar, menyebabkan mesin lebih cepat kotor dan memerlukan perawatan ekstra.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kerusakan serius yang membutuhkan biaya perbaikan besar.

Porting sembarangan justru bisa membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat, mulai dari penurunan tenaga hingga kerusakan komponen mesin.

Untuk menjaga motor tetap awet, langkah modifikasi harus direncanakan dengan matang dan dilakukan oleh bengkel yang benar-benar berkompeten.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya