BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, nyaman, dan menenangkan bagi penghuninya.
Di sanalah seseorang beristirahat setelah beraktivitas seharian, berkumpul bersama keluarga, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan tinggal di rumah yang layak huni.
Masih banyak masyarakat yang hidup di rumah dengan kondisi fisik rusak, ventilasi buruk, lembap, hingga pencahayaan yang minim.
Padahal, kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga bisa berdampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, bahkan kualitas hidup penghuni rumah.
Berikut ini empat bahaya utama tinggal di rumah yang tidak layak huni, dari gangguan kesehatan tubuh hingga tekanan psikologis yang jarang disadari:
Baca Juga : 6 Ciri Utama Rumah Tidak Layak Huni, dari Struktur Rapuh hingga Ventilasi Buruk
1. Risiko Kesehatan Fisik yang Meningkat
Rumah yang tidak layak umumnya memiliki sirkulasi udara buruk, atap bocor, dinding lembap, serta sanitasi yang tidak memadai.
Kondisi seperti ini menjadi tempat ideal bagi berkembangnya jamur, bakteri, dan serangga pembawa penyakit.
Udara lembap dan kotor dapat memicu berbagai gangguan pernapasan, seperti asma, batuk kronis, atau alergi kulit.
Tak hanya itu, genangan air akibat kebocoran atau sistem drainase yang buruk juga berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah dan malaria.
Bagi anak-anak dan lansia, efeknya bisa lebih parah.
Sistem imun mereka yang lemah membuat risiko terserang penyakit menjadi jauh lebih tinggi.
Akibatnya, biaya kesehatan meningkat dan produktivitas keluarga pun terganggu.
2. Kesehatan Mental Terganggu
Tinggal di rumah yang rusak, sempit, atau tidak nyaman dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi penghuninya.
Rasa stres, cemas, dan tidak tenang sering muncul karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Bayangkan, setiap hari harus menghadapi dinding yang retak, lantai lembap, atap bocor, atau ventilasi minim yang membuat udara pengap.
Dalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi kondisi mental penghuni, mereka cenderung mudah lelah, mudah marah, bahkan mengalami kesulitan tidur.
Kondisi psikologis ini diperparah dengan rasa malu atau rendah diri ketika membandingkan rumahnya dengan lingkungan sekitar.
Terutama bagi anak-anak dan remaja, rasa tidak percaya diri karena tinggal di rumah tak layak bisa berdampak pada perkembangan sosial dan emosional mereka.
Baca Juga : Terlihat Sepele, Tapi 8 Hal Ini Bisa Buat Rumah Jadi Tidak Layak Huni
3. Risiko Keamanan dan Keselamatan yang Lebih Tinggi
Bahaya lain dari rumah tidak layak adalah meningkatnya risiko kecelakaan dan kerusakan struktural.
Dinding retak, atap lapuk, instalasi listrik yang tidak aman, atau tangga yang rapuh bisa menjadi ancaman nyata bagi keselamatan penghuni.
Banyak kasus kebakaran rumah terjadi karena kabel listrik yang terkelupas atau korsleting akibat instalasi yang tidak standar.
Begitu pula dengan dinding lembap yang bisa roboh kapan saja, terutama saat musim hujan tiba.
Selain itu, rumah dengan ventilasi buruk juga berisiko menimbulkan penumpukan gas berbahaya di dalam ruangan, seperti karbon monoksida, yang bisa berdampak fatal bila terhirup terus-menerus.
4. Penurunan Produktivitas dan Kualitas Hidup
Rumah yang tidak layak huni tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga memengaruhi produktivitas penghuni.
Suasana rumah yang panas, gelap, atau berantakan membuat orang sulit berkonsentrasi dan tidak bisa beristirahat dengan baik.
Kualitas tidur yang menurun akibat udara pengap atau kebisingan dari luar membuat tubuh kurang segar saat bangun pagi.
Akibatnya, semangat bekerja atau belajar menurun, dan kinerja sehari-hari tidak maksimal.
Bagi anak-anak sekolah, hal ini bisa berdampak pada prestasi belajar.
Sementara bagi orang dewasa, kondisi rumah yang tidak mendukung bisa membuat stres berkepanjangan dan menurunkan motivasi hidup.
Rumah yang layak sejatinya bukan hanya soal tempat berteduh, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang fisik, mental, dan sosial penghuninya.
Oleh karena itu, menciptakan hunian yang sehat dan aman bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Karena pada akhirnya, rumah yang layak adalah awal dari kehidupan yang lebih sehat, bahagia, dan produktif.
(Eno/TribunJualBeli.com)

















Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!