BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Silinder motor adalah salah satu komponen vital yang berfungsi sebagai ruang tempat terjadinya proses pembakaran bahan bakar.
Di dalamnya, piston bergerak naik turun untuk menghasilkan tenaga yang akan diteruskan ke roda.
Karena perannya sangat penting dan selalu bekerja di bawah tekanan serta suhu tinggi, kondisi silinder harus selalu dalam keadaan prima.
Namun sayangnya, banyak pengendara yang kurang memperhatikan kondisi silinder, hingga akhirnya mengalami kerusakan serius tanpa disadari.
Bila dibiarkan, kerusakan pada silinder bisa membuat mesin kehilangan tenaga, boros bahan bakar, bahkan macet total.
Lalu, apa saja penyebab utama silinder motor rusak?
Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
Baca Juga : Mengenal 3 Fungsi dan Peran Penting Ring Piston dalam Mesin Motor
1. Pelumasan Oli yang Buruk
Penyebab paling umum kerusakan silinder motor adalah pelumasan oli yang tidak optimal.
Oli berfungsi melapisi permukaan silinder dan piston agar tidak terjadi gesekan langsung antara logam dengan logam.
Ketika jumlah oli kurang, atau kualitasnya sudah menurun karena jarang diganti, lapisan pelindung ini hilang dan menyebabkan keausan.
Akibatnya, permukaan silinder bisa tergores atau baret, dan piston bergerak tidak lancar.
Kondisi ini dikenal sebagai scoring pada dinding silinder.
2. Overheating
Panas berlebih atau overheating juga menjadi penyebab utama rusaknya silinder motor.
Saat suhu mesin meningkat terlalu tinggi, logam pada silinder bisa mengalami pemuaian berlebihan.
Jika dibiarkan terus-menerus, permukaan silinder bisa melengkung atau retak.
Penyebab overheating sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari sistem pendingin yang tidak berfungsi dengan baik, kekurangan air radiator, kipas pendingin mati, atau oli tidak mampu menyerap panas dengan maksimal.
Efeknya tidak hanya pada silinder, tapi juga pada piston, ring piston, bahkan kepala silinder.
Maka dari itu, penting untuk selalu mengecek sistem pendingin mesin secara berkala agar suhu kerja mesin tetap stabil.
3. Kualitas Bahan Bakar yang Buruk
Tak banyak yang menyadari, penggunaan bahan bakar berkualitas rendah juga dapat mempercepat kerusakan silinder.
Bahan bakar yang kotor atau mengandung banyak endapan dapat meninggalkan kerak di ruang bakar dan dinding silinder.
Kerak ini lama-kelamaan bisa mengeras dan mengganggu gerakan piston.
Selain itu, pembakaran yang tidak sempurna karena oktan bahan bakar terlalu rendah juga menimbulkan panas berlebih dan tekanan yang tidak stabil di dalam silinder.
Solusinya sederhananya yaitu gunakan bahan bakar sesuai rasio kompresi mesin motor kamu.
Untuk motor berteknologi tinggi, sebaiknya gunakan bensin beroktan tinggi agar pembakaran lebih sempurna dan mesin lebih awet.
Baca Juga : 4 Tanda Kerusakan Ring Piston Motor yang Sering Terjadi
4. Filter Udara yang Kotor atau Rusak
Fungsi filter udara adalah menyaring debu dan partikel halus sebelum masuk ke ruang pembakaran.
Tapi jika filter udara dibiarkan kotor, debu halus bisa ikut masuk ke silinder dan menggores dinding silinder serta piston.
Kondisi ini menyebabkan permukaan silinder cepat aus, piston bocor kompresi, dan tenaga mesin menurun drastis.
Selain itu, debu yang masuk juga bisa bercampur dengan oli dan mempercepat kerusakan komponen internal.
Karena itu, perawatan filter udara harus rutin dilakukan.
Bersihkan setiap 4.000–6.000 km atau ganti jika sudah terlalu kotor dan tidak layak pakai.
5. Perawatan Mesin yang Diabaikan
Penyebab terakhir yang sering terjadi adalah kurangnya perawatan mesin secara berkala.
Banyak pengendara hanya fokus pada penggantian oli tanpa memerhatikan kondisi komponen lain seperti ring piston, klep, atau busi.
Padahal, komponen-komponen tersebut bekerja beriringan di dalam silinder.
Jika ring piston sudah aus, misalnya, oli bisa naik ke ruang bakar dan merusak lapisan pelindung silinder.
Begitu juga jika timing klep tidak presisi, tekanan pembakaran bisa menjadi tidak seimbang dan berdampak pada silinder.
Jadi, penting untuk selalu melakukan servis rutin di bengkel tepercaya agar potensi kerusakan bisa dideteksi lebih awal sebelum menjadi masalah besar.
(Eno/TribunJualBeli.com)












Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!