zoom-in lihat foto 5 Pilihan Desain Interior Rumah yang Bisa Menjadi Sumber Kerugian
Ilustrasi Desain Interior Rumah (pexels.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Desain interior rumah sering dianggap sebagai cerminan selera dan gaya hidup pemiliknya.

Tak jarang, banyak orang rela mengeluarkan biaya besar demi mendapatkan tampilan rumah yang modern, mewah, atau sesuai tren.

Namun, keindahan semata tidak selalu sejalan dengan ketahanan dan kenyamanan.

Ada beberapa pilihan desain interior yang, meski terlihat menarik di awal, justru berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

Jika tidak diperhitungkan dengan matang, desain tersebut bisa menyebabkan kerusakan cepat, biaya perbaikan yang membengkak, bahkan membuat suasana rumah kurang nyaman untuk ditinggali.

Oleh karena itu, sangat penting mengenali desain yang rawan menimbulkan kerugian agar tidak salah langkah.

Berikut adalah 5 pilihan desain interior rumah yang patut diwaspadai:

Baca Juga : 8 Inspirasi Desain Interior Rumah Maskulin, Cocok untuk Pria Lajang

1. Penggunaan Material Kayu Asli di Area Lembap

Kayu asli memang terkenal dengan keindahan serat alaminya dan mampu memberi nuansa hangat pada ruangan.

MAY WASTU
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah Mewah 2 Lantai, Lt. 117m2, Lb. 116m2, Shm, Full Furnished, Dekat Stadion Maguwoharjo, Sleman - Yogyakarta
Rp 1,795,000,000.00
di-yogyakarta
2 dari 4 halaman

Namun, penggunaannya di area lembap seperti dapur atau kamar mandi justru bisa menjadi bumerang.

Kayu mudah menyerap air sehingga rentan mengembang, berjamur, bahkan lapuk dalam waktu singkat.

Sebagai contoh, lantai kayu di dapur yang sering terkena cipratan air atau uap panas bisa cepat rusak.

Biaya perbaikannya pun tidak murah karena perlu penggantian material baru.

Untuk menghindari kerugian, sebaiknya pilih kayu olahan yang sudah dilapisi pelindung tahan air atau gunakan material alternatif seperti vinyl dan keramik bermotif kayu.

2. Pemasangan Wallpaper di Area yang Tidak Tepat

Pemasangan Wallpaper di Area yang Tidak Tepat

Wallpaper memang memberikan variasi motif dan tekstur yang lebih beragam dibanding cat dinding biasa.

Namun, jika dipasang di tempat yang rawan panas atau lembap, seperti dinding dapur atau kamar mandi, wallpaper akan cepat mengelupas dan sulit diperbaiki.

Bahkan, dalam kondisi lembap, wallpaper bisa berjamur dan menimbulkan bau tak sedap.

Banyak kasus di mana pemilik rumah harus mengganti seluruh lapisan wallpaper hanya karena sebagian kecil dinding rusak.

3 dari 4 halaman

Untuk mencegah kerugian, sebaiknya gunakan cat dinding khusus yang tahan lembap atau pilih keramik di area yang sering terkena air.

3. Pemilihan Furnitur Berbahan Kaca Tipis

Baca Juga : 4 Manfaat Menggunakan Warna Monokrom dalam Desain Interior Rumah

Furnitur berbahan kaca tipis, seperti meja atau lemari pajangan, memang terlihat elegan dan menambah kesan modern.

Namun, material kaca yang tidak diperkuat sangat rentan pecah meski terkena benturan ringan.

Hal ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga berisiko membahayakan penghuni rumah.

Misalnya, meja kaca tipis yang digunakan di ruang keluarga mudah retak jika tidak sengaja tertindih benda berat.

Menggantinya tentu memerlukan biaya cukup tinggi.

Sebagai solusi, gunakan kaca tempered yang lebih tebal, kokoh, dan memiliki daya tahan lebih baik.

4. Penggunaan Cat Dinding Warna Gelap Secara Berlebihan

Penggunaan Cat Dinding Warna Gelap Secara Berlebihan
4 dari 4 halaman

Warna gelap memang mampu memberikan kesan elegan, dramatis, dan mewah pada sebuah ruangan.

Namun, jika digunakan secara berlebihan di seluruh dinding, ruangan bisa terasa lebih sempit, sumpek, dan membutuhkan tambahan pencahayaan buatan.

Hal ini berarti pemilik rumah harus menyalakan lampu lebih sering, yang tentu saja meningkatkan tagihan listrik.

Selain itu, cat warna gelap juga lebih mudah menunjukkan noda atau bekas goresan kecil, sehingga perawatannya cenderung lebih rumit.

Solusi terbaik adalah menggunakannya hanya sebagai aksen, misalnya di satu sisi dinding atau pada elemen dekoratif.

5. Plafon Gypsum yang Terlalu Tipis

Plafon gypsum saat ini populer karena harganya relatif terjangkau dan tampilannya rapi.

Aditya Diantara
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah 2 Lantai, Lt. 918m2, Lb. 700m2, Shm, Kolam Renang Pribadi, Promo Bebas Biaya, Safira Garden - Sidoarjo
Rp 10,100,000,000.00
jawa-timur

Namun, jika memilih material yang terlalu tipis atau kualitasnya rendah, plafon bisa cepat mengalami retakan, melengkung, bahkan roboh akibat kelembapan atau perubahan suhu.

Kejadian seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga bisa membahayakan penghuni rumah.

Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya gunakan gypsum berkualitas dengan ketebalan standar dan pastikan pemasangannya dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman.

Desain interior yang bijak bukan hanya menyenangkan secara visual, tetapi juga menguntungkan secara praktis.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya