BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Motor yang sehat seharusnya memiliki suara mesin yang halus dan tenaga yang responsif saat diajak berkendara.
Namun, bagaimana jika tiba-tiba motor terasa berat, akselerasinya melemah, dan muncul suara-suara aneh dari dalam mesin?
Banyak pengendara langsung mengira masalahnya ada pada busi, oli, atau karburator.
Padahal, salah satu penyebab yang sering luput dari perhatian adalah kerusakan pada tensioner rantai keteng komponen kecil namun sangat penting dalam sistem kerja mesin 4-tak.
Tensioner berfungsi untuk menjaga ketegangan rantai keteng agar putaran noken as dan kruk as tetap sinkron.
Jika tensioner bermasalah, rantai keteng bisa mengendur dan menyebabkan ketidakseimbangan dalam mekanisme mesin.
Dampaknya?
Mesin jadi kasar, performa menurun, bahkan berisiko mengalami kerusakan serius jika tidak segera ditangani.
Untuk itu, penting bagi pemilik motor mengenali gejala awal tensioner yang bermasalah.
Berikut ini 3 ciri umum tensioner motor yang rusak, dan sebaiknya segera kamu periksa ke bengkel sebelum kerusakannya merembet lebih jauh:
Baca Juga : Motor Klasik Rawan Mogok? Ini 5 Masalah yang Sering Terjadi
1. Suara Mesin Menjadi Kasar dan Muncul Bunyi Klotok-klotok
Ciri paling jelas dari tensioner bermasalah adalah munculnya suara kasar dari dalam mesin, terutama saat mesin dinyalakan pertama kali atau saat posisi idle.
Suara yang muncul bisa berupa bunyi ketukan logam, seperti klotok-klotok, tek-tek-tek, atau bahkan dengungan halus yang tidak biasa.
Bunyi ini berasal dari rantai keteng yang mulai longgar karena tekanan dari tensioner melemah.
Akibatnya, rantai tidak lagi menempel dengan stabil pada gear camshaft, dan saat berputar cepat, akan menghasilkan gesekan yang menimbulkan suara bising.
Semakin lama dibiarkan, suara akan makin keras dan bisa menjadi indikasi bahwa bukan hanya tensioner, tapi juga gear cam, noken as, atau bahkan silinder head ikut mengalami aus karena benturan tidak seimbang.
2. Tenaga Mesin Terasa Lemah, Akselerasi Tidak Responsif
Tensioner yang rusak menyebabkan ketegangan rantai keteng tidak optimal, sehingga pengaturan waktu buka-tutup katup menjadi tidak presisi.
Padahal, dalam mesin 4-tak, sinkronisasi antara pergerakan piston dan katup adalah hal yang sangat krusial.
Ketika timing katup terganggu, pembakaran di ruang mesin jadi tidak sempurna.
Akibatnya yaitu tenaga motor terasa menurun, akselerasi jadi lambat dan tersendat, tarikan terasa berat, terutama di putaran bawah.
Kondisi ini sering disangka sebagai masalah pada sistem bahan bakar atau kelistrikan, padahal akar masalahnya bisa jadi berasal dari tensioner yang sudah aus atau lemah.
Baca Juga : 7 Tips Mengatasi Motor Mogok Setelah Dicuci
3. Muncul Getaran Tidak Wajar dari Mesin
Selain suara, getaran mesin yang berlebihan juga bisa menjadi tanda tensioner bermasalah.
Ketika rantai keteng tidak bergerak mulus dan stabil, mesin akan mengalami ketidakseimbangan saat beroperasi, dan ini bisa menimbulkan getaran yang tidak biasa.
Getaran biasanya terasa saat motor sedang dalam keadaan idle atau saat RPM perlahan naik.
Pada beberapa kasus, getaran ini bahkan bisa dirasakan hingga ke setang motor atau footstep.
Jika kamu merasa motor mulai kasar secara keseluruhan, padahal komponen lain dalam kondisi normal, maka ada baiknya mengecek bagian tensioner dan sistem rantai keteng.
Getaran yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan baut longgar, komponen bergeser, atau bahkan retakan halus pada blok mesin.
Jangan tunggu sampai motor mogok atau harus turun mesin.
(Eno/TribunJualBeli.com)









Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!