BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Garansi motor adalah jaminan resmi dari pabrikan untuk melindungi konsumen dari kerusakan atau cacat produksi dalam periode tertentu.
Namun, banyak pemilik motor yang tanpa sadar melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan garansi mereka hangus.
Kesalahan kecil atau perubahan pada motor yang tampak sepele pun dapat membuat garansi menjadi tidak berlaku.
Padahal, manfaat garansi sangat penting untuk menghemat biaya perbaikan, terutama pada komponen mahal seperti mesin atau kelistrikan.
Sayangnya, banyak pengguna motor baru yang tidak membaca buku garansi atau mengabaikan prosedur resmi.
Supaya terhindar dari kerugian, penting untuk mengetahui hal-hal yang bisa menyebabkan garansi motor hangus.
Berikut beberapa penyebab garansi motor hangus yang sering terjadi dan perlu diwaspadai.
1. Tidak Melakukan Servis Berkala di Bengkel Resmi
Garansi motor biasanya mensyaratkan pemilik untuk melakukan servis berkala sesuai jadwal yang tertera di buku servis.
Servis ini harus dilakukan di bengkel resmi agar tercatat dalam sistem.
Jika motor tidak dirawat di bengkel resmi atau jadwal servis terlewat, pabrikan tidak dapat menjamin kondisi optimal motor, sehingga klaim garansi bisa ditolak.
Pastikan untuk selalu mengikuti jadwal servis dan melakukan perawatan di bengkel resmi agar garansi motor tetap aman.
BACA JUGA: Motor Susah Menyala? Jangan Panik, Cek 6 Komponen Ini Terlebih Dahulu
2. Mengganti Suku Cadang dengan Produk Non-Orisinil
Menggunakan suku cadang imitasi atau produk aftermarket yang tidak direkomendasikan pabrik dapat membuat garansi hangus.
Pabrikan hanya menjamin motor yang menggunakan komponen sesuai spesifikasi bawaan.
Penggantian suku cadang tidak orisinil dianggap berpotensi merusak komponen lain yang masih bergaransi.
Pastikan selalu menggunakan suku cadang asli demi keselamatan dan menjaga garansi.
3. Modifikasi Motor yang Mengubah Struktur atau Sistem Kelistrikan
Memasang aksesori tambahan seperti lampu variasi, klakson berdaya tinggi, atau mengubah jalur kabel listrik dapat memengaruhi kerja sistem kelistrikan bawaan.
Begitu juga dengan modifikasi mesin, rangka, atau knalpot racing yang tidak sesuai standar.
Semua modifikasi ini berisiko membuat garansi motor hangus.
Jika terjadi kerusakan akibat modifikasi tersebut, pabrikan berhak menolak klaim garansi, karena dianggap sebagai tindakan yang merusak integritas kendaraan.
BACA JUGA: Jangan Disepelekan! Ini 4 Efek Buruk V-Belt Kendor pada Motor Matik
4. Kecelakaan atau Kerusakan Akibat Kesalahan Pengguna
Kerusakan yang terjadi selama penggunaan motor juga dapat menjadi alasan garansi hangus.
Garansi tidak menanggung kerusakan akibat kecelakaan, jatuh, atau kelalaian seperti menerobos banjir, menggunakan bahan bakar tidak sesuai rekomendasi, hingga membawa beban melebihi batas.
Kerusakan akibat kesalahan pengguna dianggap di luar tanggung jawab pabrikan.
Oleh karena itu, penting untuk selalu menggunakan motor sesuai petunjuk dan hindari penggunaan ekstrem yang berlebihan.
5. Tidak Menyimpan dan Menunjukkan Bukti Garansi
Salah satu penyebab utama garansi motor hangus adalah hilangnya atau rusaknya buku sevis dan buku garansi.
Kedua dokumen ini berperan penting sebagai bukti bahwa perawatan motor telah dilakukan sesuai dengan ketentuan pabrik.
Jika hilang atau rusak, proses klaim garansi bisa ditolak meskipun masa garansi masih berlaku.
Oleh karena itu, penting untuk selalu menyimpan dan merawat dokumen-dokumen ini dengan baik agar garansi tetap berlaku.
Garansi motor adalah hak penting yang diberikan pabrikan untuk melindungi konsumen, tetapi hanya berlaku jika pengguna mematuhi syarat yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mematuhi prosedur yang ditetapkan oleh pabrikan dan melakukan perawatan di bengkel resmi. (*)
(Ilham/Tribunjualbeli.com)










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!