BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Busi motor merupakan komponen kecil yang punya peran sangat penting dalam proses pembakaran di dalam mesin.
Letaknya yang langsung tertanam di kepala silinder membuatnya bekerja dalam suhu yang sangat tinggi.
Karena itulah, proses pembongkaran atau penggantian busi tidak bisa dilakukan sembarangan.
Salah satu kesalahan umum yang masih sering terjadi adalah membuka busi saat mesin motor masih dalam kondisi panas.
Banyak pengendara berpikir bahwa membuka busi saat mesin masih panas tidak akan berdampak besar.
Padahal, justru di situlah letak risikonya.
Logam yang memuai karena panas bisa mengalami kerusakan serius jika dipaksa dibongkar.
Tidak hanya busi yang berisiko rusak, tetapi juga bagian lain pada mesin yang terkait langsung dengan pemasangan busi.
Berikut ini adalah tiga akibat utama jika nekat membuka busi motor ketika mesin belum cukup dingin:
Baca Juga : 5 Penyebab Umum Busi Motor Cepat Rusak, Waspadai Sejak Dini!
1. Ulir Busi Bisa Dol dan Merusak Kepala Silinder
Ketika mesin motor dalam kondisi panas, semua komponen logam akan memuai, termasuk ulir busi dan ulir pada kepala silinder tempat busi dipasang. Pemuaian ini membuat ulir menjadi lebih rapat dari biasanya.
Jika dipaksa dibuka dalam kondisi ini, gesekan yang terjadi bisa merusak bentuk ulir, menyebabkan ulir aus, tidak presisi, atau bahkan dol.
Ulir yang sudah rusak akan menyulitkan pemasangan ulang busi secara presisi.
Kerusakan ulir pada kepala silinder bukan masalah kecil. Jika sudah parah, satu-satunya solusi adalah melakukan pembubutan ulang atau bahkan mengganti komponen kepala silinder itu sendiri.
Proses ini tentu memakan biaya besar dan waktu servis yang tidak sebentar.
Oleh karena itu, lebih baik menunggu suhu mesin turun sebelum membongkar busi agar ulir tetap terjaga.
2. Busi Rentan Patah atau Retak saat Dilepas
Busi terdiri dari dua material utama: logam dan keramik. Ketika mesin masih panas, kedua material ini ikut mengalami pemuaian.
Saat dalam kondisi tersebut, memaksa memutar atau menarik busi berisiko tinggi menyebabkan bagian keramik retak atau patah.
Keretakan ini bisa terjadi secara halus dan tidak langsung terlihat dari luar, tapi dapat mengganggu performa busi dalam jangka panjang.
Yang lebih parah, jika bagian keramik busi atau logamnya patah dan tertinggal di dalam lubang busi, proses pengeluaran sisa busi akan menjadi sangat rumit.
Bahkan dalam beberapa kasus, patahan busi yang tertinggal bisa membuat komponen lain seperti piston dan klep terganggu saat mesin menyala kembali.
Perlu teknik khusus untuk membersihkan sisa patahan ini tanpa merusak komponen lain.
Baca Juga : Hindari Mogok! Ini 5 Masalah yang Bikin Busi Motor Jadi Basah
3. Kepala Silinder Bisa Mengalami Kerusakan Permanen
Permukaan ulir pada kepala silinder yang terkena tekanan tidak merata saat proses pelepasan busi dalam kondisi panas bisa mengalami cacat.
Logam yang panas lebih lunak dan mudah berubah bentuk jika terkena tekanan atau gesekan.
Bila hal ini terjadi, maka bukan hanya ulir yang rusak, tetapi juga bisa menyebabkan kebocoran kompresi mesin.
Kebocoran ini akan berdampak langsung pada performa mesin yang terasa loyo, tarikan berat, dan konsumsi bahan bakar yang meningkat.
Kerusakan permukaan ini sulit diperbaiki tanpa membongkar total bagian kepala silinder.
Bahkan dalam kondisi tertentu, bengkel akan menyarankan penggantian total jika kerusakannya sudah terlalu dalam.
Dengan kata lain, satu kesalahan kecil saat membongkar busi bisa memicu perbaikan besar yang memakan biaya dan tenaga.
Lebih baik menunggu beberapa menit daripada harus mengganti komponen mesin yang mahal karena terburu-buru.
(Eno/TribunJualBeli.com)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!