BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Motor matic memang terkenal praktis dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Mesin motor matic yang modern, dapat memberikan kenyamanan dan efisiensi bahan bakar dengan lebih baik.
Namun, terkadang pengendara dihadapkan dengan permasalahan yang kerap terjadi, yaitu mesin motor yang tidak kuat saat melewati jalan menanjak.
Tidak hanya itu, masalah seperti mesin terasa berat, akselerasi lambat, dan bahkan mesin motor yang mati di tengah jalan juga sering terjadi.
Masalah ini bisa sangat mengganggu, terutama bagi pengendara yang sering melewati jalan yang menanjak.
Hal ini tentu membuat pengalaman berkendara menjadi kurang maksimal.
Berikut ini adalah beberapa penyebab motor matic tidak kuat menanjak.
1. Tarikan CVT Melemah
Salah satu ciri khas motor matic adalah menggunakan sistem CVT (Continuously Variable Transmission) untuk mengatur perpindahan tenaga.
CVT adalah komponen yang berfungsi untuk mentransmisikan tenaga dari mesin ke roda belakang.
Bila komponen CVT seperti roller, v-belt, atau kampas ganda aus dan kotor, maka tarikan motor bisa menjadi berat.
Hal ini menyebabkan tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan maksimal, terutama saat dibutuhkan di tanjakan.
Servis CVT secara berkala sangat disarankan, biasanya setiap 8.000 - 10.000 km.
BACA JUGA: 6 Fungsi Per CVT Motor Matic agar Tarikan Tetap Responsif
2. Filter Udara Kotor
Filter udara berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam mesin dan ruang bakar.
Filter udara yang kotor bisa menghambat masuknya udara bersih ke ruang bakar.
Akibatnya, pembakaran menjadi tidak sempurna dan tenaga mesin berkurang.
Hal ini akan terasa pada saat motor digunakan untuk menanjak, karena membutuhkan daya ekstra.
Filter udara sebaiknya dibersihkan secara rutin atau diganti jika sudah terlalu kotor.
3. Oli Mesin Kotor
Oli mempunyai peran penting dalam melumasi dan menjaga suhu mesin tetap stabil.
Jika oli mesin sudah terlalu lama tidak diganti, oli bisa menjadi kotor sehingga tidak bisa bekerja maksimal.
Hal ini menyebabkan mesin terasa lebih berat, terutama saat membutuhkan tenaga ekstra seperti menanjak.
Akibatnya, tarikan motor terasa lambat dan tidak bertenaga.
Mengganti oli mesin dianjurkan setiap 3.000 - 5.000 km.
Mengganti oli mesin secara berkala akan membuat performa mesin selalu optimal.
BACA JUGA: Waspada Curanmor, Lindungi Sepeda Motor Anda dengan 4 Alat Sederhana Ini
4. Sistem Injeksi atau Karburator Kotor
Motor matic yang sulit menanjak juga bisa disebabkan karena suplai bahan bakar tidak lancar.
Kotoran dan kerak pada injektor atau karburator bisa mengganggu proses pembakaran.
Alhasil, tenaga mesin berkurang dan tarikan terasa berat, terutama pada saat menanjak.
Selain itu, motor juga terasa tersendat dan sulit dinyalakan di pagi hari.
Bersihkan injeksi atau karburator secara berkala supaya motor tetap dalam kondisi prima.
Performa motor matic di tanjakan sangat ditentukan oleh kondisi teknis sejumlah komponen, seperti CVT, filter udara, oli mesin, dan injeksi.
Dengan menjaga kebersihan filter udara, rutin servis CVT, dan menjaga performa mesin, hal ini dapat menjaga motormu tetap bertenaga di berbagai kondisi jalan. (*)
(Ilham/Tribunjualbeli.com)









Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!