zoom-in lihat foto 5 Tips Menata Meja dan Ruang Kerja Minimalis agar Lebih Tertata di Rumah
Ilustrasi Ruang Kerja Minimalis di Rumah (pexels.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Kehadiran ruang kerja pribadi di rumah kini menjadi hal yang semakin penting, terutama sejak tren bekerja dari rumah (work from home) semakin berkembang.

Tidak semua orang memiliki ruang khusus untuk bekerja, sehingga perlu strategi cerdas dalam menata area kerja agar tetap nyaman, efisien, dan tentu saja terlihat rapi.

Konsep minimalis menjadi solusi ideal, karena menawarkan tampilan yang bersih, fungsional, serta memaksimalkan penggunaan ruang yang terbatas.

Namun, menciptakan ruang kerja minimalis tidak cukup hanya dengan mengurangi barang.

Diperlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari pemilihan furnitur, tata letak, penyimpanan, hingga pencahayaan.

Berikut ini adalah lima tips menata meja dan ruang kerja minimalis di rumah agar tetap rapi, fungsional, dan mendukung produktivitas:

Baca Juga : 7 Desain Ruang Kerja Minimalis, Ide Kreatif untuk Produktivitas Maksimal

1. Pilih Furnitur dengan Desain Ringkas dan Multifungsi

Ruang kerja minimalis identik dengan penggunaan furnitur yang sederhana, ramping, dan hemat tempat.

butik
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah Fully Furnished 4KT 4KM SHM di Komplek Dago Resort Coblong Plus Kolam Renang - Bandung
Rp 3,900,000,000.00
jawa-barat

Pilih meja kerja berukuran sesuai dengan ruang yang tersedia, dengan desain bersih tanpa ornamen berlebihan.

2 dari 4 halaman

Meja kayu polos atau meja logam berwarna netral menjadi pilihan yang populer karena tampilannya yang ringan secara visual.

Lebih baik lagi jika furnitur memiliki fungsi ganda, seperti meja kerja yang dilengkapi laci tersembunyi, rak di bawah permukaan, atau bahkan meja lipat yang bisa disimpan setelah digunakan.

Kursi kerja juga sebaiknya ergonomis namun tidak terlalu besar, sehingga tidak membuat ruangan terasa sesak.

Prinsip utamanya adalah menghindari perabotan besar yang menghabiskan ruang tanpa fungsi tambahan.

2. Minimalkan Barang di Atas Meja Kerja

Minimalkan Barang di Atas Meja Kerja
Minimalkan Barang di Atas Meja Kerja

Meja yang rapi adalah kunci utama ruang kerja yang nyaman.

Hindari menumpuk banyak barang di atas permukaan meja.

Hanya simpan perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan setiap hari, seperti laptop, notebook, pena, dan satu-dua item dekoratif seperti tanaman kecil atau tempat pensil.

Gunakan tempat penyimpanan tambahan seperti laci, box organizer, atau tray khusus untuk menyimpan barang-barang kecil agar tidak tercecer.

Jika sering bekerja dengan dokumen fisik, sediakan map vertikal atau tempat arsip agar dokumen tetap tersusun dan mudah ditemukan tanpa menumpuk di meja.

3 dari 4 halaman

Ruang kosong di permukaan meja memberi ruang bagi pikiran untuk tetap fokus dan tidak terganggu secara visual.

3. Manfaatkan Dinding sebagai Area Fungsional

Baca Juga : 10 Trik Menjadikan Balkon sebagai Ruang Kerja Outdoor yang Produktif

Dinding di sekitar ruang kerja sering kali terlupakan, padahal memiliki potensi besar untuk dimaksimalkan.

Gunakan rak dinding untuk menyimpan buku, perlengkapan kerja, atau dekorasi.

Selain hemat ruang lantai, rak dinding juga memberikan kesan ruangan lebih tinggi dan lapang.

Bisa juga ditambahkan papan tulis kecil, grid wall, atau papan gabus untuk menempelkan catatan, to-do list, atau inspirasi visual.

Dengan memanfaatkan dinding, ruang kerja tetap fungsional meskipun berada di sudut sempit rumah seperti di bawah tangga, dekat jendela, atau sudut kamar tidur.

4. Gunakan Skema Warna Netral dan Pencahayaan yang Seimbang

Gunakan Skema Warna Netral dan Pencahayaan yang Seimbang
Gunakan Skema Warna Netral dan Pencahayaan yang Seimbang

Warna memiliki pengaruh besar terhadap kesan ruangan.

4 dari 4 halaman

Skema warna netral seperti putih, abu-abu, krem, atau beige akan menciptakan suasana tenang dan bersih, sekaligus memberi kesan lapang meskipun ruangan sempit.

Warna-warna tersebut juga mudah dipadukan dengan elemen lain tanpa membuat ruangan terasa berat.

Selain itu, pencahayaan yang baik juga sangat penting.

Sebisa mungkin manfaatkan cahaya alami dari jendela, karena pencahayaan alami meningkatkan mood dan produktivitas.

Jika tidak tersedia cukup cahaya matahari, gunakan lampu meja dengan cahaya putih hangat yang tidak menyilaukan mata.

Hindari lampu dengan cahaya terlalu redup atau terlalu tajam, karena dapat menyebabkan kelelahan mata dalam jangka panjang.

5. Rutin Merapikan dan Menyusun Ulang Area Kerja

Ruang kerja minimalis tidak cukup hanya ditata sekali lalu dibiarkan.

tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah Murah Lux 3KT 2KM SHM Dekat Saung Udjo Padasuka Cikutra - Bandung Kota
Rp 1,200,000,000.00
jawa-barat

Perlu rutinitas dalam merapikan dan meninjau kembali tata letak secara berkala.

Sisihkan waktu mingguan untuk menyortir dokumen yang menumpuk, membersihkan meja, dan mengevaluasi barang-barang yang sudah tidak digunakan.

Saat kebutuhan kerja berubah, misalnya karena pekerjaan baru, tambahan perangkat, atau proyek jangka panjang, penataan ruang kerja juga perlu disesuaikan.

Terkadang, cukup dengan mengganti letak rak atau menambahkan satu elemen penyimpanan baru, ruang kerja bisa terasa lebih segar dan fungsional kembali.

Kebiasaan menjaga kerapian tidak hanya membuat ruang terlihat menarik, tetapi juga membantu menjaga mental tetap fokus dan terorganisir sepanjang hari kerja.

Penataan ruang yang baik mencerminkan pola kerja yang sehat.

Ruang yang bersih dan tertata bukan hanya enak dipandang, tetapi juga menciptakan suasana hati yang positif, meningkatkan kenyamanan, dan memperkuat semangat kerja setiap hari.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya