zoom-in lihat foto Disebut Sebagai 'The Next Habibie', Dwi Hartanto Diduga Mengalami Kelainan Ini?
(kompas.tv)

TRIBUNJUALBELI.COM - Baru-baru ini, nama Dwi Hartanto membuat ramai dunia maya.

Pasalnya mahasiswa doktoral di Technische Universiteit Delft Belanda telah mengaku melebih-lebihkan informasi terkait dirinya, kompetensi dan prestasinya selama di Belanda.

(Baca: Pilihan Paket Wisata Murah Untuk Perjalanan Liburanmu)

Banyak pencapaian yang ternyata hanya klaim belaka, sampai-sampai KBRI Den Haag mencabut penghargaan yang telah diberikan pada Dwi.

Bahkan dirinya juga disebut sebagai “Penerus Habibie”, Presiden Ke-3 Indonesia dan tokoh besar dalam bidang teknologi.

Tapi ternyata semua yang dikatakan Dwi dalam berbagai kesempatan cuma klaim.

Dwi mengakui dirinya salah, khilaf dan tidak dewasa yang menyebabkan munculnya informasi tidak sesuai kenyataan dan manipulasi fakta.

Di dunia psikologi, ada istilah mythomania atau kebohongan patologis.

Seorang pembohong patologis tak hanya untuk mengelabui orang lain, tapi juga membohongi dirinya sendiri hingga ia percaya kebohongan itu benar.

Mereka berbohong untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

2 dari 2 halaman

Perlu pemeriksaan psikologis yang mendalam untuk mengatakan kalau Dwi Hartanto mengalami gangguan mythomania.


Yang pasti, seorang pembohong patologis yang terbiasa membual lama-lama sulit membedakan mana bualan dan kenyataan.

Dilansir dari media online nasional, seorang psikolog Ajeng Raviando mengatakan "Jika tidak ditangani lingkungan sekitarnya, mythomania bisa bertambah parah, tidak bisa bedakan mana yang benar dan salah."

Kadang kala, penderita mythomania sudah sangat lihai dalam berbohong sampai bahasa tubuhnya tidak menunjukkan hal yang tak wajar saat sedang membual.

Bila sudah terbiasa bohong, mereka juga bisa membual soal hal-hal sepele.

Orang yang memiliki gangguan psikologis mythomania kadang melakukannya tanpa sadar.

Malah mereka tak merasa bersalah karena sudah terlalu sering berbohong dan jadi hal yang wajar.

Selanjutnya