BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Spull motor (atau sering disebut spul/stator coil) merupakan komponen vital dalam sistem kelistrikan sepeda motor.
Komponen ini berfungsi menghasilkan arus listrik dari perputaran magnet di dalam mesin, yang kemudian digunakan untuk mengisi aki dan menghidupkan komponen listrik seperti lampu, klakson, dan sistem pengapian.
Karena perannya yang sangat penting, menjaga kondisi spull tetap optimal adalah salah satu kunci agar motor tetap nyaman digunakan dan tidak mengalami masalah kelistrikan mendadak.
Namun sayangnya, banyak pemilik motor yang kurang memperhatikan kondisi spull dan baru sadar saat motor mulai mengalami gejala seperti aki cepat tekor, lampu redup, atau mesin susah dinyalakan.
Untuk menghindari hal-hal tersebut, berikut adalah beberapa tips merawat spull motor agar tetap awet dan sistem kelistrikan motor berjalan lancar:
Baca Juga : Kenali 4 Kerusakan Kelistrikan Motor yang Paling Sering Terjadi
1. Hindari Terkena Air Secara Berlebihan
Salah satu musuh utama komponen kelistrikan adalah air, termasuk untuk spull.
Meskipun letaknya berada di dalam rumah mesin dan cukup terlindungi.
Namun jika motor sering menerjang genangan air yang tinggi atau terkena cipratan air secara terus-menerus tanpa penanganan, air bisa merembes dan menyebabkan karat atau bahkan korsleting.
Jika kamu sering melewati jalanan yang tergenang air, pastikan untuk memeriksa kondisi mesin dan kelistrikan setelahnya.
Keringkan area sekitar rumah spull, dan jika perlu, bawa ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut agar tidak terjadi kerusakan yang tidak terlihat dari luar.
2. Periksa Kabel dan Konektor Spull Secara Rutin

Kabel dan konektor yang menghubungkan spull dengan komponen lain seperti regulator, CDI, atau ECU juga harus dalam kondisi baik.
Kabel yang terkelupas, konektor yang kotor atau berkarat dapat menyebabkan aliran listrik terganggu bahkan menimbulkan panas berlebih (overheating) pada jalur kelistrikan.
Lakukan pemeriksaan kabel minimal sebulan sekali, terutama jika motor sering digunakan untuk aktivitas harian atau jarak jauh.
Gunakan contact cleaner untuk membersihkan konektor dari debu dan karat ringan. Jika ada kabel yang sudah getas atau isolasi yang rusak, segera ganti dengan kabel baru.
3. Hindari Beban Listrik Berlebih
Baca Juga : 5 Cara Tepat Merawat Sistem Kelistrikan Sepeda Motor, Ini yang Harus Diperhatikan
Salah satu kebiasaan yang bisa mempercepat kerusakan spull adalah memasang aksesori listrik tambahan secara berlebihan tanpa perhitungan.
Misalnya, memasang lampu LED tambahan, sirine, charger HP, hingga sistem audio tanpa memperhatikan daya yang mampu disuplai oleh spull.
Spull yang bekerja terlalu keras untuk menyuplai arus listrik ke banyak perangkat akan cepat panas dan lama-kelamaan rusak.
Pastikan kamu hanya menggunakan aksesori yang memang dibutuhkan dan pastikan daya listriknya masih dalam kapasitas wajar.
Jika ingin menambah aksesori, konsultasikan terlebih dahulu dengan teknisi agar tidak membebani sistem kelistrikan.
4. Gunakan Aki yang Sesuai Kapasitas

Aki berperan sebagai penampung arus listrik yang dihasilkan oleh spull. Jika aki soak atau tidak sesuai spesifikasi motor, maka spull akan bekerja ekstra keras karena sistem pengisian tidak berjalan optimal.
Hal ini bisa menyebabkan panas berlebih pada spull dan mempercepat kerusakannya.
Selalu gunakan aki dengan kapasitas yang dianjurkan oleh pabrikan motor.
Lakukan pengecekan tegangan aki secara berkala.
Jika tegangan di bawah standar (biasanya di bawah 12V dalam kondisi mati), pertimbangkan untuk mengganti aki sebelum merembet ke kerusakan spull dan komponen lain.
5. Lakukan Servis Berkala di Bengkel Terpercaya
Servis rutin tidak hanya berguna untuk menjaga performa mesin, tetapi juga mendeteksi dini potensi masalah pada sistem kelistrikan.
Saat servis berkala, mekanik akan memeriksa tegangan pengisian, kondisi spull, regulator rectifier, dan aki.
Pemeriksaan ini penting agar bisa diketahui lebih awal jika ada gangguan seperti penurunan output listrik dari spull, overcharge, atau kerusakan regulator.
Dengan begitu, perbaikan bisa dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan menyebar ke komponen lain.
6. Gunakan Komponen Asli atau Berkualitas

Jika kamu harus mengganti spull, pastikan untuk menggunakan komponen original dari pabrikan motor atau merek aftermarket yang sudah terbukti kualitasnya.
Spull palsu atau murahan sering kali tidak tahan panas, mudah terbakar, atau tidak menghasilkan tegangan yang stabil.
Investasi pada komponen berkualitas memang sedikit lebih mahal, namun jauh lebih hemat dalam jangka panjang karena tidak perlu sering mengganti dan sistem kelistrikan motor tetap terjaga.
(Eno/TribunJualBeli.com)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!