BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Musim hujan sering kali membawa berbagai tantangan, terutama bagi pengendara mobil.
Salah satu risiko yang paling perlu diwaspadai adalah mobil yang mudah tergelincir atau slip saat berkendara di jalan yang licin atau biasa dikenal dengan hydroplaning atau aquaplaning.
Kondisi ini bisa sangat berbahaya, baik untuk pengemudi, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan cara mencegah agar perjalanan tetap aman meski hujan deras.
Baca Juga: 43 Daftar Banderol Aki Mobil per Desember 2024, Cek Harga Terbarunya Yuk!
Mobil bisa tergelincir saat musim hujan karena beberapa faktor, seperti permukaan jalan yang basah, ban yang sudah aus, atau kelalaian dalam menjaga kecepatan.
Selain itu, tumpahan minyak atau genangan air juga dapat memperburuk kondisi jalan, membuatnya semakin licin dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Oleh karena itu, pengendara perlu lebih berhati-hati dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keselamatan berkendara saat hujan.
Baca Juga: 5 Fungsi Relay pada Mobil dan Cara Kerjanya agar Berfungsi Maksimal
Berikut ini, Tribun Jualbeli akan membahas lebih lanjut tentang penyebab mobil mudah tergelincir saat musim hujan serta langkah-langkah pencegahannya:
Kenali Faktor Penyebab Hydroplaning
Apakah pengemudi bisa mencegah hydroplaning atau setidaknya mengendalikannya?
Hydroplaning terjadi saat air menggenang di bawah ban, menyebabkan ban terangkat dan kehilangan daya cengkramannya dengan jalan.
Ketika hal ini terjadi, pengemudi biasanya merasakan setir menjadi lebih ringan dan sedikit goyang, sebelum akhirnya mobil mulai meluncur ke samping karena ban kehilangan traksi.
Sebelum mempelajari cara mencegah atau mengendalikannya, pengemudi perlu memahami beberapa faktor yang bisa menyebabkan aquaplaning.
Salah satu yang paling penting adalah kecepatan.
Saat jalanan sedang buruk, sebaiknya pengemudi mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati, terutama dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, supaya lebih mudah saat melakukan pengereman.
Walaupun banyak mobil sekarang sudah dilengkapi teknologi canggih seperti ABS, kontrol traksi, kontrol stabilitas elektronik, dan fitur lainnya yang membantu mengurangi kecelakaan, pengemudi tetap perlu waspada dan mengendalikan mobil dengan hati-hati.
Faktor lain yang mempengaruhi hydroplaning adalah kondisi ban.
Tekanan angin ban yang tidak tepat, terlalu tinggi atau terlalu rendah, bisa membuat mobil lebih rentan tergelincir.
Selain itu, pastikan kedalaman alur ban masih cukup.
Jika sudah aus, segera ganti ban. Jika keausan tidak merata, itu bisa menandakan masalah pada kesejajaran kemudi atau suspensi yang perlu segera diperbaiki.
Faktor lainnya adalah berat kendaraan; kendaraan yang terlalu ringan atau kelebihan muatan bisa lebih mudah tergelincir.
Pastikan beban kendaraan terbagi dengan merata di bagian depan dan belakang.
Cara Mencegah dan Mengatasi Aquaplaning
Jadi, apa yang harus dilakukan jika mobil mulai tergelincir?
Banyak pengemudi yang secara spontan menginjak rem dengan keras untuk mencoba memperlambat mobil, namun justru hal itu bisa membuat mobil semakin tergelincir.
Ini terjadi karena sistem ABS (Anti-lock Braking System) bekerja untuk mencegah ban terkunci, dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) mendistribusikan gaya pengereman agar mobil tetap stabil.
Ketika mobil mulai tergelincir, jangan panik dan menginjak rem terlalu keras.
Biarkan mobil tetap stabil dan beri waktu bagi ban untuk kembali mencengkeram jalan.
Arahkan kemudi ke dalam atau keluar dari selip sesuai situasi yang ada.
Hindari gerakan mendadak pada kemudi atau rem, karena itu bisa membuat mobil semakin tidak stabil dan sulit dikendalikan.
Memang, sulit menahan keinginan untuk menginjak rem saat merasa kehilangan kendali, tapi pengemudi perlu memahami cara yang tepat dan melatih diri untuk tetap tenang.
Pastikan selalu memegang kemudi dengan kedua tangan dan atur posisi duduk dengan nyaman, agar bisa mengendalikan mobil dengan baik saat traksi hilang.
Selain itu, pilih ban yang tepat, karena ban adalah satu-satunya bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan.
Ban yang lebih lebar dan tinggi cenderung lebih jarang mengalami hydroplaning, sementara permukaan jalan juga mempengaruhi.
Aspal lebih memberikan cengkeraman dibandingkan beton, jadi hindari genangan air saat berkendara.
Yang terpenting, selalu perhatikan kecepatan, periksa kondisi kendaraan, dan waspadai cuaca sebelum berangkat.
Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab kita semua.
Nah itu dia, merupakan penjelasan terkait faktor penyebab dan cara untuk mencegah serta mengatasi Aquaplaning.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News (*)
(PRAMANUHARAOEE/TRIBUNJUALBELI.COM)












Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!