zoom-in lihat foto Nahas, Tunggu Pemprov Bangun Rumah Susun Begini Nasib Korban Gusuran Kampung Akuarium Cilincing Sekarang!
Para warga Kampung Akuarium bergotong-royong membangun kembali rumah mereka yang sempat dibongkar paksa | Wartakota

TRIBUNJUALBELI.COM - Setelah digusur Pemprov DKI Jakarta April tahun lalu, warga Kampung Akuarium, Cilincing, Jakarta Utara masih bertahan di atas reruntuhan bangunan.

Di sana, mereka membangun rumah bedeng sembari merancang konsep kampung susun sesuai kebutuhan mereka.

Ini merupakan kali kedua warga korban gusuran berinisiatif merancang ulang kampung setelah di Bukit Duri, Jakarta Timur.

Lantas seperti apa konsep baru ini?

Berikut kisah lengkapnya seperti yang dilansir dari Program Saga produksi Kantor Berita Radio (KBR).

Di atas puing-puing bangunan yang hancur, puluhan rumah bedeng tegak berdiri.

Jarak dari satu rumah ke rumah lain tak terlalu jauh, ada pula tenda berukuran besar.

Jika dilihat, sebagian rumah berbahan triplek dan kayu itu, tampak seperti baru ditempati.

Para penghuninya, tak lain adalah warga Kampung Akuarium yang April tahun lalu digusur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain sebagai tempat tinggal, rumah bedeng itu juga dibangun dan dipakai untuk berdagang makanan dan minuman, letaknya persis di depan Jalan Pasar Ikan.


2 dari 4 halaman

Di tengah bekas Kampung Akuarium yang hancur tersebut, juga ada mushala untuk warga beribadah serta tersedia dua MCK darurat.

Mushola Al Jihad di Kampung Akuarium | Tribun Manado
Mushola Al Jihad di Kampung Akuarium | Tribun Manado

Dharma Dhiani, salah satu warga Kampung Akuarium, bercerita setidaknya 100 keluarga memilih bertahan di sini.

Baca Juga : Tanah Kavling Luas di Jakarta Siap Bangun Rumah Strategis Murah

Yani begitu ia disapa, juga mengatakan ada pula warga pindahan Rusun yang akhirnya kembali.

“Kalau kondisi sekarang ini warga masih banyak yang bertahan. Dari dulu janjinya Jokowi itu tidak akan menggusur. Malah beliau punya kontrak politik di sini kami akan dibuatkan sertifikat karena sudah lebih dari 20 tahun. Kalau kejadiannya sudah seperti ini, kami hanya pengen dikembalikan kampung kami,” kata Yani.

Perempuan berusia 40 tahun ini, masih tak rela meninggalkan kampungnya.

Toh, meski sudah 10 bulan dibulldozer Satpol PP, tak ada pembangunan apapun.

“Itu yang saya heran. Tak ada kegiatan apa-apa selain pemasangan sitpel dan tembok. Saya pernah cari tahu juga, ada yang bilang kalau di sini belum ada gambar. Jadi penggusurannya terburu-buru lah. Kami digusur dalam waktu sebelas hari,” ujar Yani.

Ketidakrelaan pindah juga disebabkan profesi mereka sebagai nelayan.

3 dari 4 halaman

Itu mengapa mustahil menjauhkan bahkan memisahkan warga Kampung Akuarium dengan laut.

Karena itulah, mereka mengusulkan agar kampungnya kembali dibangun ulang dengan konsep baru.


Pembuatan desain dan konsep kampung susun ini, sesungguhnya sudah dimulai sejak Agustus tahun lalu dengan didampingi arsitek dari LSM Rujak Center.

Tapi seperti apa kampung susun itu, warga lah yang menentukan.

Baca Juga : Pilihan Rumah Murah Siap Huni di Provinsi Jakarta

Kepada saya, Yani menunjukkan rupa kampung susun itu, dimana di dinding balai tempat biasa warga berkumpul, tertempal tiga poster desain kampung tersebut.

Dari desain, satu rumah nantinya dibagi menjadi dua kamar tidur, dapur, kamar mandi dan ruang tamu. Itu pun tergantung kebutuhan tiap-tiap keluarga.

Dharma Dhiani, salah satu warga Kampung Akuarium menunjukkan desain Kampung Susun Vertikal | Tribunnews.com
Dharma Dhiani, salah satu warga Kampung Akuarium menunjukkan desain Kampung Susun Vertikal | Tribunnews.com

Arsitek dari LSM Rujak Center, Andesh Tomo, menjelaskan kampung susun ini terdiri dari empat lantai.

Tiap lantai terdiri 16 unit rumah yang berukuran 4x9 meter dan diharapkan bisa menampung 386 keluarga.

4 dari 4 halaman

Desain kampung susun ini juga memperhitungkan berbagai aspek, tujuannya agar masyarakat bisa berdaya secara ekonomi.

Dimana lantai dasar diperuntukkan untuk berdagang, toilet umum, parkir, dan ruang berkumpul para penghuninya.

Lantai satu, akan diprioritaskan bagi orang tua dan ibu hamil supaya tak repot naik-turun tangga.

Lantai dua dan tiga, untuk yang berkeluarga, sedangkan lantai empat, diperuntukkan buat yang membujang.


Tapi bagaimana dengan aturan ruang? Kata Andesh, Kampung Akuarium masih dimungkinkan dibangun rumah susun atau semacamnya.

Selain itu, tambah Andesh, dibolehkan juga ada rusun dan Plaza sehingga dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dari segi peraturan, warga bisa mengusulkan pada Pemda membangun rusun disitu.

Saat ini, tim arsitek dari LSM Rujak Center masih menghitung bahan baku dan biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan kampung susun.

Nantinya, desain Kampung Akuarium ini akan diajukan ke berbagai pihak mulai dari Pemerintah Daerah, Swasta dan pihak-pihak lain yang bersedia membantu.

Sekarang kan desainnya sudah mulai terbentuk dari kami akan terus menerus mensosialisasikan desain ini ke semua pihak.

Warga berharap ada itikad baik dari Pemprov DKI Jakarta untuk berdialog menata kota.

Salah satunya membangun kembali Kampung Akuarium yang telah digusur. ( Gilang Ramadhan / Tribunnews.com )

Selanjutnya