BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, industri skincare lokal Indonesia mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa.
Namun, di balik fenomena ini, muncul sejumlah produk yang membuat klaim berlebihan atau "overclaim" yang meragukan.
Banyak konsumen terjebak dalam janji-janji manis, seperti kulit putih bersinar dalam hitungan hari atau jerawat yang hilang secepat kilat.
Baca Juga: Skincare Saja Tidak Cukup, Inilah 5 Nutrisi Penting untuk Merawat Kulit dari Dalam
Sedang ramai diperbincangkan, salah satu yang mengungkap dan membedah bahan aktif dalam banyak skincare saat ini di TikTok adalah akun @dokterdetektif.
Akun yang akrab disapa DokTif itu berani mengulas secara jujur bahkan memberikan uji laboratorium mengenai produk yang di-review-nya.
Hal ini menarik perhatian, terutama dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang mulai melakukan peninjauan lebih ketat terhadap produk-produk skincare yang berpotensi membahayakan konsumen.
Overclaim yang di maksud adalah jika bahan atau komposisi yang ada dalam produk skincare lokal yang ditulis di kemasaan tidak sesuai dengan kandungan aslinya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Produk Skincare Basic yang Cocok untuk Remaja, Harga Murah Meriah
Sebagai konsumen yang cerdas, penting untuk mengenali ciri-ciri produk skincare yang berisiko mengandung klaim berlebihan.
Berikut ini, Tribun Jualbeli akan mengulas delapan ciri khas dari skincare lokal yang "overclaim" dan berpotensi dikenakan sanksi oleh BPOM:
1. Klaim Hasil Instan
Produk mengklaim memberikan hasil yang terlihat dalam waktu singkat, seperti "putih dalam 3 hari" atau "jerawat hilang dalam 24 jam."
Proses perawatan kulit yang efektif memerlukan waktu, hasil instan seringkali tidak realistis dan bisa menyesatkan.
2. Penggunaan Istilah "100 Persen Alami"
Produk mencantumkan label “100% alami” atau “tanpa bahan kimia.”
Meskipun bahan alami bisa baik, tidak semua bahan alami aman untuk semua orang.
Produk bisa tetap memiliki risiko meskipun terbuat dari bahan alami.
3. Klaim Multiguna
Produk mengklaim dapat menyelesaikan berbagai masalah kulit sekaligus, seperti jerawat, penuaan, dan flek hitam.
Setiap masalah kulit biasanya memerlukan pendekatan yang berbeda.
Tidak realistis jika satu produk bisa menyelesaikan semua masalah.
4. Testimoni Berlebihan
Banyak testimoni yang mengesankan dengan hasil luar biasa.
Testimoni bisa jadi tidak representatif atau bahkan dibuat-buat dan hasil yang terlihat bisa jadi tidak berlaku untuk semua orang.
5. Bahan yang Dikenal tetapi Tidak Jelas
Memasukkan bahan-bahan populer (seperti retinol, vitamin C) tanpa penjelasan yang jelas tentang konsentrasi dan cara kerjanya.
Efektivitas bahan aktif sangat tergantung pada konsentrasi dan formulasi.
Tanpa adanya informasi ini, klaim bisa menyesatkan.
6. Klaim Dermatologis Tanpa Bukti
Produk menyatakan telah "teruji secara dermatologis" tanpa sertifikasi resmi.
Klaim ini bisa dibuat tanpa pengujian yang sah, penting untuk memverifikasi apakah ada penelitian atau uji klinis yang mendukung klaim tersebut.
7. Tidak Ada Informasi yang Jelas tentang Cara Penggunaan
Produk tidak menjelaskan cara penggunaan atau rekomendasi penggunaannya.
Petunjuk penggunaan yang jelas penting untuk efektivitas produk, ketidakjelasan bisa menyebabkan hasil yang tidak sesuai harapan.
8. Harga yang Tidak Seimbang dengan Klaim
Produk dijual dengan harga tinggi dengan klaim yang tampak berlebihan.
Produk yang terlalu mahal dengan klaim yang tidak realistis sering kali hanya mengeksploitasi keinginan konsumen untuk mendapatkan kulit yang sempurna.
Nah itu dia, merupakan ciri-ciri yang bisa kamu perhatikan untuk mengenali produk skincare yang "overclaim".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News (*)
(PRAMANUHARAOEE/TRIBUNJUALBELI.COM)







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!