zoom-in lihat foto Ingin Segera Gunakan Uang Elektronik? Siap-siap untuk Hadapi Printilan Biaya Berikut Saat Gunakannya
Ilustrasi (Jordan Cloud)

Biaya yang dikenakan beragam namun rata-rata mulai Rp10.000-Rp20.000 per kartu.

Jadi, misalnya kita beli satu kartu uang elektronik terbitan bank A, harganya bisa dipatok Rp40.000 dengan isi saldo Rp20.000.

Dengan demikian, biaya pembelian perdana adalah Rp20.000.

Bank atau institusi penerbit uang elektronik kadangkala juga merilis seri uang elektronik yang spesial (special edition).

Harga perdananya juga beragam tergantung dari keunikan desain kartu.

Bila seri spesial, biasanya harganya lebih mahal karena ada nilai koleksi.

2. Biaya isi ulang uang elektronik

Mulai 20 Oktober nanti, transaksi isi ulang uang elektronik yang semula tidak diatur oleh Bank Indonesia, akan mulai dikenakan biaya.

Untuk transaksi isi ulang uang elektronik di jaringan pembayaran yang dimiliki oleh bank penerbit, biayanya Rp 0 jika nilai transaksi isi ulang di bawah Rp200.000.

Sedangkan untuk pengisian saldo uang elektronik di atas Rp200.000 di jaringan pembayaran milik bank penerbit, akan dikenakan biaya maksimal Rp750 per transaksi.


2 dari 2 halaman

Sebagai contoh, bila kita mengisi uang elektronik merek ABC sejumlah Rp100.000 di mesin EDC Bank ABC, maka tidak akan terkena biaya top up.

Sebaliknya, bila mengisi saldo Rp250.000 di mesin EDC Bank ABC, kita akan terkena fee Rp750 per transaksi.

Adapun bila isi ulang dilakukan di jaringan yang bukan milik bank atau institusi penerbit, maka nasabah akan dikenakan biaya maksimal Rp1.500 per transaksi.

O, ya, kebijakan fee top up sejauh ini masihberupa pengaturan batas atas tarif isi ulang.

Bank bisa saja tidak mengenakan biaya apapun, tergantung pada kebijakan masing-masing penerbit kartu uang elektronik. (Bambang Priyo Jatmiko)

Berita ini sudah tayang di Intisari.grid.id pada tanggal 28 September 2017 pukul 10:00 WIB, dengan judul "Mulai Ingin Gunakan Uang Elektronik? Waspadai Biaya-biaya Ini"

Selanjutnya