zoom-in lihat foto Ingin Menunda atau Mengatur Jarak Kehamilan? Konsumsi Obat Ini Sebagai Pengganti Saat Lupa Minum Pil KB
Ilustrasi | Parents Magazine

TRIBUNJUALBELI.COM - Tak semua pasangan merasa siap dengan kehadiran buah hati.

Untuk menunda kehamilan, banyak dari mereka memilih untuk melakukan hubungan badan dengan bantuan alat kontrasepsi.

(Baca: Begini Cara Agar Suami Betah Di Rumah)

Banyak pilihan untuk mentukan alat kontrasepsi apa yang akan dipakai.

Salah satunya dengan mengonsumsi Pil KB.

Pil KB masih menjadi pilihan utama bagi perempuan.

Namun kini banyak mitos yang beredar mengenai penggunaan pil KB.

Begitu pula tentang seberapa efektif pil KB dalam hal mencegah kehamilan.

Pil KB yang biasa dikonsumsi itu harus diminum secara rutin hari dengan jam yang sama.

Namun hal itu membuat beberapa perempuan lupa meminumnya.

2 dari 3 halaman

Jika sudah begitu, kini di Indonesia mulai tersedia Pil KB Darurat.


Pil darurat atau yang disebut "morning pill" merupakan alat kontrasepsi yang ditujukan untuk mencegah kehamilan saat lupa menggunakan kontrasepsi ketika berhubungan seksual.

General Manager Family Planning & Reproductive Health DKT Indonesia Aditya Anugrah Putra mengatakan pil darurat bukanlah untuk aborsi.

Dalam artian, bila sudah terjadi pembuahan, maka kehamilan tidak bisa dicegah.

Perlu diketahui, dibutuhkan waktu sekitar 72 jam setelah sperma masuk ke vagina untuk terjadi pembuahan sel telur.

Oleh karena itu, pil ini dianjurkan dikonsumsi dalam kurun waktu 72 jam sebelum sperma bertemu dengan sel telur.

Di sisi lain, pil ini memiliki dosis tinggi karena satu pil setara dengan lima pil KB.

"Karena ini pil KB dengan hormon tinggi, maka memiliki kecenderungan efek samping, tapi bukan efek menakutkan," kata Aditya saat acara Hari Kontrasepsi Sedunia yang diadakan oleh KB Andalan di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Efek penggunaan "morning pill" tersebut antara lain mual, tidak enak badan hingga perubahan siklus menstruasi.

3 dari 3 halaman

Bahkan, menurut dr Trisna Verani SpOG, bila pil darurat ini dikonsumsi terlalu sering dan digunakan sebagai pengganti pil KB umumnya, maka akan berdampak lebih parah.

Efek samping yang akan dirasakan perempuan adalah jadwal menstruasi yang kacau, tidak bisa mengetahui masa subur, mual berkepanjangan hingta demam.


Oleh karena itu, Trisna menyarankan agar penggunaan pil bukan sebagai pengganti pil KB yang umum.

Selanjutnya