TRIBUNJUALBELI.COM - Mendesain interior pada sebuah ruangan bukanlah ilmu pasti.
Meski ada perhitungan untuk mengukur komposisi dan jarak yang nyaman, namun kegiatan mendesain sangat mengkamulkan selera dan pengalaman.
Toh, dalam mendesain, kita tentu sering mendengar "peraturan-peraturan" seperti jangan menggunakan terlalu banyak warna.
Atau justru jangan menggunakan terlalu banyak warna krem untuk menghindarkan kesan membosankan.
Benarkah peraturan ini harus diaplikasikan dalam mendesain?
Kontributor Freshome.com Ronique Gibson mengungkapkan beberapa mitos yang sudah "telanjur" beredar di masyarakat seputar kegiatan mendesain.
1. Cat Interior
Pertama mengenai cat interior, perlu mengecat plafon dengan warna putih untuk "membuka" ruangan dan membuatnya terasa luas.
Menurut Gibson, putih memang mampu merefleksikan cahaya lebih baik dari warna lain dalam spektrum warna.
Namun, tidak berarti kamu hanya boleh menggunakan warna putih untuk plafon kamu.
Kenyataannya, menggunakan warna lain selain warna putih pada plafon kamu mampu "menarik" mata ke atas dan membuat ruangan terasa dan tampak lebih besar.
2. Desain Interior
Kedua, dalam mendesain adalah jika kamu menggunakan warna gelap dalam satu ruangan, ruangan tersebut akan terasa sendu.
Gibson mengingatkan kamu bahwa "aturan" warna berdasarkan pada pencahayaan dan seberapa banyak cahaya alami dapat masuk ke ruangan tersebut.
Memang, warna-warna gelap, ketika digunakan di ruangan berukuran kecil, dengan sedikit sekali cahaya alami dapat membuat "efek goa".
Untuk mengoreksi hal ini, cobalah menggunakan warna gelap hanya pada ruangan yang memiliki banyak jendela.
Selain itu, gunakan warna-warna yang lebih terang pada lis ruangan, furnitur, dan material lantai untuk mengimbangi warna gelap pada dinding.
3. Warna Interior
Ketiga, menggunakan warna pastel mampu membuat ruangan kamu tampak feminin.
Padahal, warna pastel bisa menjadi pelengkap ideal bagi warna-warna yang lebih tua.
Cara ini mampu menciptakan ruangan yang luar biasa.
Gunakan warna pastel kesukaan kamu pada beberapa furnitur kunci dalam ruangan tersebut.
Kemudian, gunakan nuansa warna lebih tua dari warna yang sudah kamu pilih tersebut untuk bagian lain dalam ruangan.
4. Warna Dapur
Mitos keempat justru sebaliknya.
Kini, kita membicarakan warna putih yang katanya mampu membuat ruangan terasa lebih luas.
Selain lebih luas, penggunaan warna putih di dapur disinyalir membuat dapur tersebut membosankan.
Padahal, warna putih tetap mampu membuat dapur tampak menarik.
kamu bisa menggunakan beberapa "lapis" nuansa warna putih di ruang tersebut. Misalnya, gunakan juga warna krem, untuk beberapa bagian dinding.
Selain itu, lengkapi juga dapur dengan lantai kayu, peralatan besi nirkarat (stainless steel) dan bahan-bahan nyaman untuk kursi di daerah dapur kamu.
5. Tiap Ruang Warna Harus Berbeda
Setiap ruangan di dalam rumah kamu harus memiliki warna berbeda.
Hati-hati, mitos ini mampu membuat rumah kamu seperti sirkus.
Sebenarnya, tidak perlu sedramatis ini dalam memilih warna untuk masing-masing ruang dalam rumah kamu.
Jika mungkin, gunakan warna-warna berbeda, tetapi tetap dalam satu nuansa yang sama agar rumah kamu terasa mengalir.
Cobalah membuka diri kamu pada saran dari para ahli dekor.
Namun, sebagai pemilik rumah, kamu juga punya suara.
Setiap tips dan "aturan" tentu berangkat dari pengalaman.
Cari alasan di balik "aturan-aturan" sebelum kamu dengan pasif patuh pada aturan tersebut. (*)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!