zoom-in lihat foto Tingkatkan Risiko Penyakit Liver, Hindari Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini
Makanan yang buruk untuk kesehatan liver | foto freepik

TRIBUNJUALBELI.COM - Liver atau yang lebih dikenal dengan hati adalah organ vital dalam tubuh manusia.

Secara singkat, hati adalah organ pembersih yang bertugas untuk menyaring racun dalam tubuh.

Namun, hati merupakan organ yang melakukan banyak tugas dan telah diidentifikasi memiliki lebih dari 500 fungsi penting, termasuk:

jetset man
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
 
 
Neo HP Pro Obat Herbal Memperbaiki Fungsi Hati - Jakarta Utara
Rp 1,534,000.00
dki-jakarta

Baca juga: Bisa Terlihat dari Wajah, Ini Gejala Penyakit Liver dan Penyebab Awalnya

- Memproduksi empedu, yang membantu membawa limbah dan memecah lemak di usus kecil.

- Memproduksi kolesterol dan protein spesifik yang membantu membawa lemak ke seluruh tubuh.

-Membersihkan darah dari obat-obatan dan racun lainnya.

- Mengatur pembekuan darah.

- Menghilangkan bakteri dari darah dan memproduksi faktor kekebalan untuk membantu melawan infeksi.

Karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan hati sehingga fungsinya dapat optimal.

2 dari 4 halaman

Untuk menjaga kesehatannya secara berkelanjutan, menghindari konsumsi makanan yang buruk untuk hati adalah pilihan bijak.

Baca juga: 7 Tanda Organ Hati Anda Bermasalah, Segera Kunjungi Dokter Sebelum Terlambat

Makanan yang buruk untuk kesehatan hati

1. Gorengan

Makanan yang digoreng mengandung banyak lemak jenuh. 

Sedangkan, makan yang terlalu banyak lemak jenuh dapat menyebabkan peningkatan kandungan lemak di liver.

Bahkan, menurut ulasan tahun 2021 di Frontiers in Nutrition, seiring waktu dapat menjadi sirosis.

Menurut Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2020-2025, disarankan untuk menjaga lemak jenuh kurang dari 10% dari total kalori harian Anda, atau sekitar 13 gram.

2. Minuman tinggi gula

Mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama dalam bentuk fruktosa, seperti dalam minuman soda, dapat merusak hati dan menyebabkan penumpukan lemak.

3 dari 4 halaman

Asupan fruktosa yang tinggi secara konsisten juga dikaitkan dengan peningkatan risiko perlemakan hati.

Misalnya, sebuah studi tahun 2021 di Journal of Hepatology menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis fruktosa secara teratur meningkatkan produksi lemak hati pada pria sehat dan kurus.

Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2020-2025 merekomendasikan bahwa tidak lebih dari 10% total kalori berasal dari tambahan gula. 

3. Daging olahan

Daging olahan seperti salami, bacon, dan sosis juga cenderung tinggi lemak jenuhnya.

Seperti yang sudah dibahas di atas, jika lemak jenuh yang dikonsumsi melebihi yang direkomendasikan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Sebuah studi awal pada tahun 2022 yang diterbitkan dalam Clinical Nutrition Research menunjukkan bahwa daging merah dan daging olahan dapat meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit hati berlemak nonalkohol.

4. Makanan yang sangat diproses

Makanan ultra-proses, seperti makanan ringan dalam kemasan dan makanan cepat saji, dikaitkan dengan sejumlah kondisi kesehatan, termasuk penyakit liver.

Makanan ultra-proses harus dijaga seminimal mungkin untuk melindungi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan liver.

4 dari 4 halaman

5. Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat merusak liver dan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit liver, seperti kanker hati dan sirosis alkoholik.

Studi menunjukkan, wanita yang mengonsumsi satu atau lebih minuman per hari dan pria yang mengonsumsi dua atau lebih minuman per hari memiliki 42 persen peningkatan risiko kejadian kanker hati.

Juga sebesar 17 persen peningkatan risiko kematian akibat kanker hati dibandingkan dengan mereka yang minum lebih sedikit alkohol.(*)

Selanjutnya