zoom-in lihat foto Ketahui Dampak Negatif Konsumsi Air Jahe yang Jarang Orang Tahu
Dampak negatif minum air jahe | Photo by Cup of Couple/Pexels

TRIBUNJUALBELI.COM - Ketahui dampak negatif konsumsi air jahe yang jarang orang tahu

Berasal dari Asia Tenggara, jahe umum digunakan dalam makanan dan obat-obatan di seluruh dunia.

Tanaman jahe kaya akan zat kimia alami yang dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran.

Baca juga: Dikenal Menyehatkan, Air Jahe Tidak Disarankan Diminum Oleh Orang dengan Kondisi Ini

Konsumsi ekstrak jahe tak lebih dari 4 gram per hari | Photo by Pixabay/Pexels

Di Indonesia sendiri, jahe banyak diolah menjadi minuman hangat yang segar dan manis.

Air jahe memang memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti sebagai antiinflamasi, antioksidan, menyeimbangkan gula darah, hingga dapat membantu penurunan berat badan.

Namun, dibalik banyaknya manfaat yang bisa diberikan, air jahe juga memiliki dampak negaitif bagi tubuh.

Dosis

Dokter menyarankan untuk mengonsumsi ekstrak jahe maksimal 3–4 gram per hari.

Jika kamu sedang hamil, jangan mengonsumsi lebih dari 1 gram ekstrak jahe per hari.

2 dari 4 halaman

Jahe tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

Berikut ini semua setara dengan 1 gram jahe:

- 1/2 sendok teh jahe bubuk

- 1 sendok teh jahe mentah parut

- 4 gelas air direndam dengan 1/2 sendok teh jahe parut.

Risiko

Dampak negatif dari jahe jarang terjadi namun dapat terjadi jika dikonsumsi berlebihan.

Dikutip dari Healthline, makan atau minum lebih dari 4 gram jahe dapat memicu beberapa efek samping kurang menyenangkan, sebagai berikut.

1. Masalah pencernaan

Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Amerika Serikat (NCCIH) mengungkapkan, minum air jahe terlalu banyak dapat memicu beberapa masalah pencernaan.

3 dari 4 halaman

Sejumlah masalah pencernaan tersebut, termasuk rasa mulas, sakit perut, gas dan kembung, serta diare.

Dampak negatif jahe ini mirip seperti yang dirasakan tubuh saat mengonsumsi cabai atau makanan pedas lain dalam jumlah banyak.

Kendati demikian, menurut salah satu penelitian pada 2016, jahe yang dimakan dalam porsi normal mampu meningkatkan pengosongan lambung.

Kondisi itu pada gilirannya turut membantu meringankan gejala sakit perut dan beberapa masalah pencernaan lain.

2. Heartburn

Dikutip dari laman Medical News Today, konsumsi jahe dapat memicu heartburn atau sensasi terbakar di dada.

Heartburn terjadi akibat naiknya cairan asam lambung, sehingga menimbulkan sensasi terbakar di dada bagian bawah.

Berdasarkan sebuah tinjauan sistematis pada 2020, sebanyak 16 dari 109 penelitian dan ulasan yang diperiksa melaporkan heartburn sebagai efek samping minum rebusan jahe terlalu banyak.

Namun, artikel pada 2014 mencatat, mengonsumsi 1 gram hingga 1,5 gram jahe kering per hari ternyata dapat membantu meradakan sensasi nyeri terbakar di dada.

3. Potensi pendarahan

4 dari 4 halaman

Efek samping minum air jahe selanjutnya adalah berpotensi menyebabkan pendarahan.

Hal tersebut dikarenakan jahe dapat menghambat tromboksan, zat yang dibuat trombosit agar terjadi pembekuan darah dan penyempitan pembuluh darah.

Pembentukan zat ini amat dibutuhkan oleh tubuh, terutama jika mengalami luka agar tidak mengalami pendarahan.

Selain potensi pendarahan, minum air jahe berlebihan juga dikhawatirkan dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah seperti warfarin.

Warfarin berguna mencegah pembekuan darah yang berpotensi menyebabkan sumbatan pada aliran darah.

Obat ini biasanya dikonsumsi di bawah pengawasan dokter untuk pasien fibrilasi atrium atau denyut tidak teratur dan cepat, guna mengurangi risiko stroke.

Meski belum banyak penelitian ilmiah terkait ini, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi rebusan jahe.(*)

Selanjutnya