TRIBUNJUALBELI.COM – Cara untuk merawat Handphone (HP) agar awet dan tidak cepat rusak sangatlah mudah sebenarnya.
Hal ini dapat dilihat dan tergantung dengan bagaimana kita merawatnya.
Lantas, bagaimana cara untuk membuat HP agar tidak cepat rusak? Simak yuk pembahasannya berikut ini.
Baca Juga: Mending Ganti Baterai iPhone atau Beli HP Baru ? Ketahui Risikonya Terlebih Dahulu Yuk
Handphone (HP) saat ini menjadi barang yang penting dan serbaguna.
Saat HP rusak rasanya kita jadi serba sulit untuk melakukan banyak hal.
Terus berganti HP karena sering rusak juga bikin kamu jadi boros.
Cek Harga HP OPPO Find X3 Pro RAM 1212256GB Bekas Garansi Fullset - Surabaya
Tribun Jualbeli, akan memberikan kamu cara agar HP kamu tahan lama dan tak cepat rusak.
3 Kebiasaan yang Sering Bikin HP Cepat Rusak
1. Sembarangan memasang aplikasi
Kebiasaan satu ini menyangkut aspek software pada HP yang akibatnya tak kalah gawat dibanding kerusakan hardware, kalau bukan lebih parah.
Seperti halnya perangkat komputer lain, smartphone rawan disusupi program jahat alias malware atau virus.
Tujuan program tersebut bermacam-macam, mulai dari menampilkan iklan untuk mencari uang bagi pembuatnya, hingga mencuri informasi perbankan.
Untuk mencegah infeksi malware, hindari kebiaaan "jorok" alias asal-asalan memasang aplikasi. Bisa jadi aplikasi tersebut ditunggangi oleh malware tanpa kamu sadari.
Aplikasi macam demikian bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk toko aplikasi di luar toko resmi.
Karena itu, sebaiknya hanya pasang aplikasi yang kamu dapatkan dari Google Play Store atau Apple App Store saja.
Beli Disini Varian Case Hp Gambar Pirate Ship Iphone Samsung Oppo Vivo Redmi
Memang, menggunakan toko resmi tak menjamin keamanan 100 persen karena kadang mereka kebobolan juga meloloskan aplikasi berbahaya.
Namun, paling tidak risikonya jauh lebih rendah ketimbang mengunduh dari sumber tak jelas.
Untuk keamanan ekstra, kamu juga bisa coba memasang aplikasi antivirus.
Banyak di antara antivirus mobile dibuat oleh perusahaan-perusahaan sekuriti beken seperti Norton, Trend Micro, McAfee, hingga ESET.
Cek Harga HP Huawei P30 Pro RAM 8256GB Bekas Fullset Mulus No Minus - Surabaya
2. Tidak memakai casing untuk melindungi HP
Kamu pasti pernah bertemu seseorang yang layar HPnya pecah.
Smartphone masa kini memiliki layar berukuran besar, menutup setengah permukaan bodi kalau bukan lebih, sehingga komponen itu rawan rusak apabila HP terjatuh.
Apalagi, sebagian HP modern juga licin di tangan dengan material kaca, aluminium, dan sebagainya, ditambah lagi bentuk tipis yang menyulitkan genggaman.
Bisa dibilang hampir semua pengguna smartphone pasti pernah menjatuhkan perangkatnya.
Agar HP lebih aman, pakailah casing hard case maupun softcase yang mampu melindungi layar.
Casing semacam ini biasanya memiliki "bumper" di pinggiran yang lebih tinggi dari permukaan layar.
Sehingga, layar tidak akan membentur lantai apabila perangkat terjatuh.
Sebagian pabrikan smartphone biasa menyertakan casing di kemasan perangkatnya, misalnya softcase silikon transparan, jadi kamu tidak perlu membeli secara terpisah dan bisa langsung memakainya.
Kalaupun tidak, ada banyak ragam casing yang bisa dibeli di pasaran.
Screen protector berbahan film plastik atau tempered glass bisa membantu melindungi HP pula.
Memakai casing dan screen protector bukan berarti perangkat jadi kebal terhadap kerusakan, tapi risikonya berkurang jauh.
Anggaplah sebagai helm atau seatbelt untuk HP.
Mungkin penampilannya jadi agak berubah, tapi jelas lebih aman.
Beli Disini Case Handphone Softcase Glossy Gambar Character One piece
3. Menguras baterai terlalu sering
Karena penuaan kimiawi atau chemical aging, baterai lithium di aneka perangkat elektronik modern, termasuk smartphone, memiliki masa pakai terbatas sehingga lambat laun pasti kinerjanya berkurang.
Kondisi baterai tua tidak akan seprima baterai baru.
Ada beberapa hal yang bisa mempercepat proses degradasi ini sehingga baterai lekas rusak, misalnya menggunakan charger dan/ atau kabel abal abal seperti poin nomor satu di atas.
Kebiasaan buruk lainnya adalah terlalu sering menguras baterai HP hingga benar-benar kosong sebelum diisi lagi.
Sebab, chemical aging baterai lithium paling cepat terjadi apabila voltase internalnya berada di titik terendah (baterai habis) atau titik tertinggi (baterai penuh).
Karena itu, jangan membiarkan HP sampai mati kehabisan baterai sebelum menancapkan charger.
Idealnya angka kapasitas dijaga antara 30-80 persen supaya baterai bisa awet maksimal.
Bagaimana dengan hal sebaliknya, misalnya menancapkan HP ke charger semalaman sehingga baterai berada di kapasitas 100 persen dalam waktu lama?
Para pabrikan perangkat punya cara untuk mencegah hal ini. Sistem operasi iOS di iPhone, misalnya, memiliki fitur Optimized Battery Charging yang hanya akan mengisi baterai hingga 80 persen di situasi tertentu untuk menjaga kesehatannya.
Fitur serupa juga bisa ditemukan di HP Android, tergantung pabrikan dan tipe perangkatnya. Untuk OS Android "polos" seperti di HP Pixel Google, ada fitur Adaptive Charging yang cara kerjanya mirip dengan Optimized Battery Charging di iOS.
Cek Harga HP OPPO A96 Second Fullset Nominus Nego Tipis - Tangerang Selatan
Nah itu dia merupakan kebiasaan yang tak perlu kamu lakukan, jika tak mau smartphone kamu cepat rusak. (*)
(Pramanuhara/TribunJualbeli.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!