TRIBUNJUALBELI.COM - Unggahan foto adanya "putih-putih" pada pinggiran tempe ramai di media sosial.
“Cw // jamur ??? tempe kalo ada putih putihnya begini masih bisa dikonsumsi ga sih? apa udah basi ya? jujur aku gatau. makasih yaaaahhh,” tulis pengunggah dalam keterangannya.
Foto dan pertanyaan tersebut diunggah oleh akun X, confoms pada Jumat (8/9/2023).
Baca Juga: Hati Hati Beli Tempe yang Dibungkus Daun Pisang, Bisa Mengganggu Kondisi Tubuh
Dosen Departemen Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo mengatakan, putih-putih yang ada di pinggiran tempe tersebut belum tentu pertanda sudah basi.
“Sebenarnya jika murni kedelai dan proses peragiannya baik, maka masih layak konsumsi,” dikutip dari Kompas.com.
Adapun putih-putih yang ada di pinggir tempe tersebut merupakan jamur hasil dari proses peragian atau fermentasi.
Cek Harga Mesin Vacuum Frying Pembuat Keripik Tempe dan Serbaguna - Malang
Menurut Toto, dalam proses peragian, akan tumbuh miselium atau jamur yang akan menguraikan tempe menjadi mudah dicerna proteinnya.
“Harus diingat bahwa miselium atau jamur tersebut ada batas waktunya. Sehingga bila berhari-hari akan membusuk, sepanjang bersih, maka tempe tersebut tetap aman untuk dikonsumsi,” ucapnya.
Untuk meyakinkan, berikut ini merupakan ciri-ciri tempe yang sudah tak layak dikonsumsi.
Ciri-ciri Tempe yang Sudah Tidak Layak Konsumsi
Dikutip dari Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB Anna Vipta Resti Mauludyani, terdapat beberapa ciri tempe yang sudah tidak layak dikonsumsi, diantaranya:
1. Aroma tempe
Tempe yang sudah memiliki aroma atau bau menyengat, itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Beli Disini Kering Tempe Spesial Bu Wiek
Terdapat bau menyengat atau sangit yang menandakan tempe sudah alami kebusukan.
Sedangkan, tempe yang baik untuk dikonsumsi memiliki aroma jamur segar khas dan tidak menyengat.
2. Warna tempe
Tempe yang sudah tak layak konsumsi, umumnya sudah berubah warna menjadi kecokelatan atau bahkan menghitam.
Cek Harga Tempe Mendoan Mentah - Banjar
Tempe yang sudah kecokelatan atau hitam itu karena kedelainya sudah ada proses pembusukkan pada tempe.
Sehingga jika tempenya masih berwarna kuning dan jamurnya berwarna putih, maka bisa dikonsumsi.
3. Tekstur tempe
Jika sudah terasa lembek dan mudah hancur saat disentuh, tempe tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Butiran kedelai mudah lepas atau hancur juga menjadi ciri kualitas tempe yang sudah menurun.
Apabila tempe terasa keras dan padat saat disentuh atau ditekan perlahan, maka bisa dikonsumsi.
Beli Disini Freshbox Tempe Daun 1 Pcs
Sebagai informasi, cara menyimpan tempe yang baik yaitu simpan di dalam kulkas karena dapat bertahan lebih lama disbanding dibiarkan begitu saja di dapur.
Biasanya untuk suhu ruang, hanya bertahan sampai tiga hari, kalau di kulkas bisa hingga dua minggu.
Apabila lebih dari itu akan membusuk dan menyebabkan sejumlah masalah kesehatan jika dikonsumsi.
Umumnya, biasanya dampaknya seperti reaksi keracunan, seperti mual, muntah, pusing, diare, dan kram perut.
Hal tersebut dikarenakan tempe sudah ditumbuhi bakteri dan jamur yang berbahaya untuk pencernaan.
Cek Harga Mesin Perajang Tempe Serbaguna dan Praktis - Malang
Nah itu dia merupaka pembahasan terkait putih-putih di tempe dan ciri jika tempe sudah tidak layak dikonsumsi. (*)
(Pramanuhara/TribunJualbeli.com)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!