zoom-in lihat foto Kabar Gembira Kini Vaksin DBD Sudah Ada di Indonesia, Ini Syaratnya
Ilustrasi pemberian vaksin | ukhsa.blog.gov.uk

TRIBUNJUALBELI.COM - Kasus demam berdarah dengue (DBD) semakin tinggi setiap tahunnya.

DBD termasuk penyakit menular yang disebarkan lewat nyamuk.

Gigitan nyamyuk aedes aegypti ini akan menyebabkan berbagai gejala.

Baca Juga : Meski Sedikit Mirip, Bedakan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipus

Seperti demam tinggi, sakit perut intens bahkan sampai muntah darah.

Berbahayanya lagi DBD bisa menjadi penyebab kematian.

Untuk menghindari DBD bisa dengan berbagai hal yang bisa kamu lakukan, misalnya vaksinasi.

Kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sedang mengkaji realisasi vaksinasi DBD loh.

Tapi kemungkinan ini akan jadi program nasional pada 2025.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengatakan vaksin DBD sudah mendapatkan izin BPOM.

2 dari 3 halaman

"Vaksin adalah inovasi baru sebagai upaya mencegah terkena demam berdarah. Ini (vaksin DBD) sudah mendapatkan izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pada Agustus 2022 lalu," kata Imran Pambudi (10/9/2023).

Vaksin demam berdarah dengue atau yang dikenal sebagai Travalent Dengue Vaccine (TDV).

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Sukamto Koesnoe mengatakan, efikasi vaksin TDV di Indonesia sebesar 80 persen.

Artinya vaksin ini bisa mencegah resiko DBD sebesar 80 persin.

Dosis yang diberikan dalam dua kali injeksi atau suntukan.

Apa saja sih syarat untuk mendapatkan vaksin DBD?

- Usia 6-45 tahun

- Kondisi sehat tidak elergi vaksin

- Tidak dianjurkan untuk orang daya tahan tubuh lemah atau rendah

Kini vaksin TDV tersedia di berbagai fasilitas kesehatan negeri maupun swasta.

3 dari 3 halaman

Sebelum vaksin sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya.

Selanjutnya