TRIBUNJUALBELI.COM - Belakangan tengah ramai pemberitaan kasus obesitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Masalah ini lalu menjadi perhatian banyak orang karena beberapa kasus bahkan menyebabkan penderitanya meninggal dunia.
Mirisnya, berdasar data, kasus obesitas di Indonesia ternyata meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir.
Baca Juga: Cegah Kanker hingga Lawan Obesitas, Ini 5 Manfaat Jamur Shiitake untuk Kesehatan
Bahkan menurut pejabat Kemenkes Indonesia, kasus obesitas di Indonesia saat ini telah digolongkan sebagai penyakit yang perlu diintervensi secara komprehensif.
Untungnya, masalah kesehatan obesitas ini masih bisa dihindari karena proses terjadinya sebenarnya tidak secara tiba-tiba.
Dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Jakarta Selatan, Inge Permadhi, mengatakan, pada dasarnya kenaikan berat badan pada penderita obesitas terjadi secara bertahap.
Sehingga, langkah-langkah untuk mencegahkan terjadi obesitas masih sangat bisa diusahakan.
Baca Juga: Depresi dan Kecemasan Beresiko Muncul Pada Anak yang Menderita Obesitas
Obesitas merupakan masalah multifaktor yang dipengaruhi peningkatan asupan energi, perubahan pola makan dari tradisional ke modern, urbanisasi, dan penurunan aktivitas fisik.
Namun, dapat dikatakan jika makanan miliki peran besar mengapa seseorang sampai menderita kondisi obesitas.
Asupan makanan berlebih hingga pemilihan makanan dengan kualitas rendah akan membuatmu sulit mengendalikan berat badan.
Jadi, cobalah untuk menjauhi beberapa makanan yang akan meningkatkan risiko obesitas terjadi.
Berikut 5 makanan yang harus kamu jauhi untuk menghindari obesitas, merangkum eatthis.com (3/8/23).
Produk olahan daging sapi atau ayam
Kamu harus mengurangi konsumsi daging sapi atau ayam olahan yang banyak dijual di supermarker. Seperti contohnya, sosis, kornet, ham dan lain sebagainya.
Satu studi yang dipublikasikan di BMC Research Notes menemukan bahwa asupan daging olahan berkorelasi langsung dengan peningkatan lemak perut dan obesitas sentral.
Pilihlah daging sapi atau ayam potong segar dari pasar untuk membantu tetap pada batas kalori, lemak jenuh, dan natrium harian yang direkomendasikan.
Makanan berbahan dasar kentang goreng
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine melaporkan bahwa satu studi dengan lebih dari 120.000 wanita paruh baya menemukan bahwa keripik kentang (dan produk kentang olahan lainnya) berkorelasi tinggi dengan penambahan berat badan.
Studi lain yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang melaporkan makan makanan kentang goreng (yaitu kentang goreng dan keripik kentang) berisiko lebih tinggi terkena diabetes, penyakit penyerta lainnya, dan bahkan kematian dini, dibandingkan dengan mereka yang melaporkan makan lebih sedikit makanan berbahan dasar kentang dan produk kentang goreng.
Kentang goreng dan keripik kentang mengandung lebih banyak kalori per porsi daripada kebanyakan makanan lainnya.
Para peneliti menganjurkan lebih baik makan makanan kaya nutrisi yang lebih alami karena akan membantu penurunan berat badan.
Seperti makan buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan yogurt.
Donat
Donat kaya akan tepung halus, rendah serat dan tambahan gula, dan digoreng, membuatnya sangat tinggi kalori.
Bahkan, donat dikatakan dapat mengatur nafsu makan dan hormon lapar sepanjang hari.
Kebiasaan sarapan dengan donat dan kopi dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat olahan lainnya dan makanan berkalori tinggi.
Sarapan berbasis protein lebih baik karena dapat menjaga rasa lapar dan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, mengatasi rasa lapar, dan membantu membangun dan mempertahankan massa otot yang membantu menghilangkan lemak perut.
Cobalah sarapan telur, yogurt rendah lemak, dan keju cottage yang berprotein tinggi.
Es krim
Es krim sering masuk dalam daftar makanan paling "adiktif". Studi menunjukkan bahwa makan es krim bisa menimbulkan rasa nyaman dan menjadikannya makanan yang paling menenangkan.
Terlebih lagi, seringnya makan es krim membuatmu semakin mendambakan untuk terus memakannya.
Padahal kita tahu jika makanan yang satu ini sangat tinggi gula dan lemak yang merupakan sumber peningkatan berat badan.
Minuman manis
Banyak penelitian mengungkapkan bahwa minum minuman manis seperti soda atau minuman berenergi dapat meningkatkan peluang penambahab berat badan.
Sebuah studi baru-baru ini di Nature Review Endocrinology mengutip bukti kuat yang menunjukkan bahwa minuman manis dikaitkan dengan penambahan berat badan, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker.
Kandungan dalam minuman manis membuat kalori cepat diserap dan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin.
Dalam ulasan komprehensif, para peneliti melaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition bahwa untuk setiap peningkatan harian minuman manis yang dinikmati orang dewasa, itu sama dengan peningkatan berat badan sekitar setengah pon selama periode satu tahun.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!