TRIBUNJUALBELI.COM - Pada 2015 lalu, Selena Gomez membuat sebuah pengakuan tentang kondisi kesehatannya.
Tentu kabar yang Ia sampaikan itu menjadi duka bagi dirinya dan para penggemar Selena Gomez.
(Baca: Agar Kamu Tak Ketinggal Berita, Kamu Harus Punya Barang Ini)
Dokter memvonisnya menderita Lupus, sebuah penyakit autoimun yang bisa menyebabkan nyeri sendi, ruam, lelah, dan kerusakan organ tubuh.
Segala hal telah dilakukannya untuk bisa terbebas dari Lupus, termasuk menjalani kemoterapi.
Namun tampaknya kondisi Selena Gomez tak kunjung membaik.
Hingga mengharuskannya untuk menjalani transplantasi ginjal.
Selena pun telah melakukannya.
Hal itu diceritakannya melalui salah satu foto yang dibagikan di akun instagramnya @selenagomez.
Dalam foto itu, Selena berbaring di ranjang rumah sakit di samping aktris Francia Raisa.
Ternyata, Francia Raisa lah yang mendonorkan ginjal untuk Selena.
Melalui postingannya, kekasih The Weeknd itu mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang merawatnya dan donor ginjalnya.
Penyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang berarti sel imun tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri.
Penyakit ini memang kebanyakan diderita oleh kaum perempuan.
Hampir semua organ tubuh, dari kepala sampai kaki, bisa terpengaruh oleh penyakit ini sehingga penyakit ini sering disebut sebagai penyakit "seribu wajah".
Tetapi, dua bagian yang paling rentan adalah persendian sehingga terkena radang sendi dan kulit sehingga muncul ruam atau bercak di kulit.
Separuh pasien lupus memang menderita penyakit ginjal, salah satunya adalah Selena Gomez yang merasakannya.
Pasien dalam kelompok ini biasanya harus melakukan kemoterapi dengan obat-obatan yang berdampak toksik.
Tetapi, tidak mengonsumsi obat justru berisiko bagi mereka.
Orang berusia muda yang terkena lupus seperti Gomez memiliki sindrom yang disebut sindrom antiphospholipid, yang berarti darah mereka mudah membeku.
Memang hanya 10 persen pasien lupus, tetapi kondisi ini harus diwaspadai.
Pasien lupus yang memiliki sindrom antiphospholipid juga berisiko besar mengalami keguguran berulang.
Dalam masa kehamilan pun akan bermasalah.
Hal itu karena bekuan darahnya bisa masuk ke plasenta sehingga mengalami keguguran atau mereka mengalami stroke.
Pengobatan kemoterapi perlu dilakukan bagi pasien lupus, terutama yang tahapnya lebih lanjut.
Tetapi, pada pasien yang penyakitnya ringan tidak memerlukannya.
Tergantung seberapa aktif penyakitnya, biasanya pasien lupus perlu obat anti-inflamasi nonsteroid dan obat lain, termasuk steroid dan obat penekan sistem imun.
Sayangnya, kesembuhan bukan tujuan utama pengobatan pada saat ini.
Target pengobatan adalah remisi sehingga gejala-gejalanya bisa dihilangkan.
Orang yang menderita lupus bisa memiliki kehidupan yang normal, tetap bisa bekerja dan berkeluarga.
Tetapi, ada juga pasien yang penyakitnya cukup berat dan kondisi ginjalnya buruk sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih agresif.
Semoga dengan transplantasi ginjal, kondisi kesehatan Selena Gomez bisa jaul lebih baik dari sebelumnya.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!